Bandar Lampung, BP
Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin menyebut dalam pelaksanaan proses tata kelola pembangunan daerah harus seimbang antara jumlah penduduk dengan APBD yang dimiliki.
“Semisal, jumlah penduduk di Lampung sekitar 9 juta lebih, maka APBD paling sedikit 9 triliun atau bahkan bisa lebih,” kata Pj. Gubernur Lampung Samsudin saat menerima audiensi dengan CEO Bongkar Post Group, Jauhari, SH, MH, CIL bersama jajaran Pimpinan dan wartawan, di ruang kerjanya, Rabu (2/10/2024).
Dia menyebut, untuk kemajuan Provinsi Lampung ke depan, ada beberapa hal yang diperhatikan. Pertama, mengenai akuntabilitas agar terhindar dari praktik-praktik korupsi yang berdampak pada masyarakat. Kedua, peningkatan sektor pajak, dalam peningkatan pendapatan daerah, contoh (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor), Ketiga sektor pariwisata dan investasi.
Dia menilai, bahwa suatu pembangunan daerah tidak bisa berharap hanya dari anggaran daerah atau APBD.
“Sebagai pejabat tidak bisa begitu, hanya menjalankan apa yang dijalani, ada anggaran jalan, gak ada anggaran ya gak jalan, tidak seperti itu, harus dilihat apa yang bisa dilakukan dengan potensi yang ada di daerah itu, harus di maping, ada perencanaan, sehingga tahu apa yang akan dilakukan agar daerahnya menjadi maju,” beber Samsudin, dalam kurang lebih 1 jam pertemuan di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan yang hangat dan memotivasi itu, Samsudin yang saat ini menjadi orang nomer satu di Pemerintah Provinsi Lampung itu pun, sangat berharap media Bongkar Post Group ikut bersama – sama, sesuai perannya, dalam keberlanjutan pembangunan Kota Baru.
“Saya sudah berkirim surat dengan Pak Presiden, dia juga sudah memberi lampu hijau, dan ini kelanjutan dari pertemuan dengan Pak Jokowi beberapa waktu lalu, selama saya Pj, Pak Jokowi juga sudah dua kali meninjau Kota Baru,” kata Samsudin, saat ditanya soal Kota Baru yang dimasukkannya dalam Program Strategis Nasional (PSN).
Tak disangka pula, ia sempat mengulas nama BONGKAR berdasarkan akronim katanya. Disebutnya “Brave”.
“Brave, Bongkar Post menjadi media yang Brave, Berani,”
“Organizing, tidak cukup dengan Berani saja, tapi juga harus bisa meng-organize,”
“N, Networking, saya yakin Networking Bongkar Post ini sudah ada dan luas, apalagi ada online, koran, televisi dan podcast,”
“Good News, memberitakan yang terbaik,”
“Kompetensi, memiliki kompeten di bidangnya,”
“Action, harus bisa berbuat gak hanya talk only, atau lip service,”
“Reform, semangat pembaharuan”
Satu jam ngobrol dengan “Pak Pj”, sangat terasa singkat. Keberanian yang awalnya dianggap mustahil dan berlebihan, kini jadi impian dan Goal yang harus diwujudkan bersama, Kota Baru
“Seperak rupiah yang sudah digunakan jangan sampai merugikan rakyat. Ya, bisa dimulai dari pembangunan masjid (Masjid Al Hijrah, red), dan bahkan saya harus membagi waktu berkantor disana (Dishub, red) dan disini (Pemprov, red),” ucap Samsudin.
Dia pun mengucap terimakasih kepada media Bongkar Post Group yang sudah mensupport pembangunan di Lampung melalui pemberitaan, dan berharap terus memberikan kontribusi yang positif demi kemajuan Provinsi Lampung.
Dalam agenda yang sangat “Ekslusif” itu, Jauhari, SH, MH, CIL, selaku CEO Bongkar Post Group mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada Pj. Gubernur Lampung Samsudin, sudah meluangkan waktu dan menerima untuk beraudiensi, sekaligus bersilaturahmi.
Kepemimpinan yang terbilang singkat, delapan bulan, namun mampu merealisasikan apa yang 14 tahun terabaikan.
“Kami sangat mendukung langkah dan kebijakan Bapak Pj.Gubernur Lampung, untuk melanjutkan kembali pembangunan Kota Baru, upayanya sangat kami apresiasi, karena sudah banyak anggaran terserap kesana, dan di masa Pak Pj inilah pembangunan (Kota Baru, red) bisa dilanjutkan,” ungkap Jauhari.
Di akhir acara, Bongkar Post Group, jajaran Pimpinan dan wartawan berfoto bersama dengan Pj. Gubernur Lampung Samsudin, didampingi Kadis Kominfotik Achmad Syaefulloh, serta bertukar cinderamata. (zul/tk)







