Bongkar Post – Ngabuburit di Sentra Kuliner Taman UMKM Bung Karno dan Jalan Dr Susilo

Bandar Lampung, BP

Tak sia kesempatan setibanya dari Jakarta, pewarta bergegas untuk memantau langsung suasana petang jelang tiba waktu berbuka puasa Ramadan bagi kaum muslim yang menjalankannya, atau yang populer disebut ngabuburit, di dua tempat dalam kota, Jumat (22/3/2024).

Bacaan Lainnya

Yakni, sentra wisata kuliner khusus pagi tiap akhir pekan Sabtu-Minggu sejak dibuka perdananya oleh Walikota Bandarlampung Eva Dwiana pada 30 Oktober 2021 silam, Wisata Kuliner Gatot Subroto (Wiskul Gatsu) area Taman UMKM Bung Karno, Jl Gatot Subroto, Pahoman, Kecamatan Enggal.

Dan bazar kuliner Ramadan, di sepanjang Jl Dr Susilo, Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung.

Sedikit mencengangkan dari hasil pantauan pukul 15.25 Wib hingga 16.36 Wib, dari dua kali dilintasi tercatat hanya terdapat sebanyak 29 pelapak kuliner yang berjualan di sentra Wiskul Gatsu, petang ini.

Ke-29 pelapak tersebut, berdagang jejer rapi di trotoar Jalan Gatot Subroto, persis dari pangkal di belokan Jl Way Abung dekat Restoran Bebek Belur Pahoman, hingga ujung di belokan Jalan Way Rarem.

Mereka dibawah tenda mini copot pasang atau tenda payung, fokus berjualan dari basreng, cireng, empek-empek, es buah, es campur, es teh manis, aneka gorengan, kue basah, rujak tahu, roti bakar, sosis, lainnya.

“Iya, pada mencar sekarang, sebagian di situ tuh Jalan Kesehatan sampe Mahan Agung,” ujar tukang parkir RM Kampoeng Kecil, ditanya ‘kok sepi ya’ yang berjualan.

Sepertinya ulah vandalisme, saat dimonitor per detail area utama Taman UMKM Bung Karno, patung Proklamator Kemerdekaan cum Presiden pertama Indonesia tersebut, disayangkan, tulisan “Taman UMKM Bung Karno” di sisi kanan bangunan tugu patung atau tampak depan dari Jl Gatot Subroto, ditemukenali tidak utuh lagi.

Sapuan mata area, tampak buka sejumlah kantor swasta mulai dari Adira Finance, dan gerai waralaba Janji Jiwa sekompleks ruko seberang patung, RM Griya Liwet sisi kiri patung, lalu Diva Car Wash yang tampak ramai pengunjung cuci mobil serta tersedia takjil gratis, juga kafe Ali Joyo Coffee, dan Nudi Resto, lalu Kafe Marpey’s samping diler Yamaha seberang kantor BPMP Lampung.

Sebuah mobil ambulans gratis, siaga tepi jalan sisi kiri arah rumah dinas walikota, beserta tujuh petugas Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung yang buka meja pemeriksaan kesehatan gratis. Sejumlah aparat Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Bandarlampung juga sigap bertugas.

Naas, saat liputan, seorang pengendara ojek online (ojol) tetiba terjatuh dari motor yang dikendarainya, untungnya sedang tak berpenumpang, diduga akibat kelelahan. Dia sempat kesulitan bangkit berdiri, dan dibopong ke trotoar oleh seorang rekannya, para petugas Dinas Kesehatan dibantu dua petugas Polantas Polresta Bandarlampung.

Lantaran jauh dari prediksi pewarta, niat untuk sekadar mewawancarai para pelapak terpaksa diurungkan. Pewarta membatin, “Ya Allah, lariskanlah dagangan mereka.”

Penasaran, pewarta bergegas engkol kuda besi Jepang kepunyaan, menuju Jl Dr Susilo. Benar saja, kontras adanya. Rame betulan. “Tin, tin!” bunyi klakson kendaraan bermotor warga pengendara senja, balapan bunyikan.

Sekelebat, kelimunan puluhan warga yang menyesaki tepi area parkir depan sebelum pintu masuk Mahan Agung, rumah dinas jabatan Gubernur Lampung, Lapak 26 sisi kiri Jl Gatot Subroto, mencuri perhatian. Lantaran, ada satu unit mobil khusus milik Batalyon A Pelopor Satbrimobda Lampung.

Bukan warga yang tengah berdemo, bukan aparat Brimob tengah mengamankannya, tetapi dari bunyi spanduk kecil terpasang diikat menempel di tenda sarnavil putih, diketahui kesatuan ini tengah turut serta memakmurkan Ramadan 1455 H ini. Takjil Gratis Jumat Berkah Batalyon A Pelopor Satbrimobda Lampung, bunyinya.

Tak sampai lima menit, ratusan paket takjil gratis disediakan, ludes, berpindah tangan dari satu regu petugas berseragam lengkap Batalyon A Pelopor Satbrimobda Lampung pimpinan Danyon Komisaris Polisi Reynando Andreas Haratua Hutapea mendampingi Dansatbrimobda Lampung Komisaris Besar Polisi Yustanto Mujiharso, yang sehari-hari bermarkas di Mako, Jl Soekarno-Hatta Kelurahan Labuhan Dalam, Tanjung Senang, Bandarlampung ini, ke tangan warga.

“Makasih pak Brimob atas pembagian takjil gratis ini. Semoga Allah berkati. Saya betiga anak istri, kebetulan pas lewat,” seorang pria paruh baya, semringah. Sesemringah wajah para aparat satuan elit Polri itu, lega meski momen kesukaan Allah itu sempat diwarnai aksi dorong warga berebut kuatir tak kebagian takjil, nun disitulah serunya.

Jarum jam menunjukkan pukul 16.59 Wib. Geser posisi ke trotoar sisi kiri Jl Dr Susilo arah Stadion Pahoman, puluhan pelapak kuliner dadakan, sepanjang Ramadan ini, riuh rendah adu suara jajakan dagangan, dengan adu kencang bunyi klakson warga pengendara pelintas. Ngabuburit, berasa.

“Es jelinya, cuma lima ribu, mampir!” jaja perempuan muda lapak es di belakangnya dilengkapi manekin artis K-Pop tampan.

“Pak, pak, saya difoto dong pak, ayo pak,” timpal kocak beberapa ibu pelapak, kontan berubah langsung ambil pose bergaya demi pewarta lalu mengambil gambar suasana.

Disini, aneka kuliner senada juga lumayan ragamnya lumayan tak menguras kocek, pelapak jajakan. Ada bakso, bakso bakar, basreng, bubur sumsum, cireng, es buah, es campur, es cendol, es cincau, es kelapa muda, es pisang ijo, gorengan, kerupuk kemplang, kue basah, peyek kacang, sayur matang, takoyaki, dan banyak lagi macam.

Termasuk ada, “ayo dukunya, beli sini, dua kilo Rp15 ribu, sekilo Rp10 ribu,” jaja seorang ibu penjual buah duku musiman.

Ramai tidaknya omzet pelapak, terwakili dari penuturan dua anak muda pelapak es buah segar. Mereka bersyukur sejak awal buka, dagangannya selalu ludes terjual. “Rame-ramenya sampe macet itu ya jam-jam segini (pukul 17.00 WIB) sampe jam setengah enam, nah itu bang,” terangnya.

Disini, niat beli pewarta malah digratisi dua bungkus es buah segar. “Wah jadi enak nih,” batin berkata. Alhamdulillah.

Sudut lain, sebelumnya, di seberang sisi kanan jalan arah Stadion Pahoman, satu tenda payung abu-abu mengunci perhatian.

Ramai penjaja lapak ini, 10 orang pengampu seragam putih biru, tiga sekolah berbeda. Yakni, Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Bandarlampung Kementerian Perindustrian, SMKN 4 Bandarlampung, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandarlampung.

“Kami dari tiga sekolah berbeda pak. Ini sebenarnya meneruskan project (bareng) tahun lalu. Mandaspati namanya. Jadi ini tahun kedua. Hasil penjualannya ini kami donasikan ke yang berhak menerima,” ujar keren satu siswa, sayang lupa nama.

Dari spanduknya, Mandaspati Project ini ditajuki Mandaspati Ustalesmora. Mereka berjualan tiga es buah, es kacau, es lumut, ketiganya dibanderol Rp5 ribu. Pewarta lelagi hanya bisa geleng kepala: “kalian luar biasa.” “Makasih pak,” sahut ramah mereka. Foto bersama, media pewarta apresiasinya.

Tangkapan suasana, ngabuburit dua lokasi ini, menggenapkan syukur betapa. Pesona dan magnitudo Ramadan bukan sebatas bulan suci tempat mengasah kesalehan spiritual, belaka, namun juga berlomba sebanyaknya dalam kebaikan, merebut simpati Allah SWT, dengan kesalehan sosial, sekali setahun, yang diistimewakan-Nya.

Pembaca, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan dan segenap ibadah penyerta kehadirannya sebulan penuh ini. Ramadan Kareem, Ramadan Mubarak. (Muzzamil)

Pos terkait