Bongkar Post
Bandarlampung,
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencetak generasi penerus bangsa. Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dirayakan insan pendikan, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan dengan cara yang beragam.
Rangkaian peringatan Hari Kartini dan Hardiknas ini memberikan ide yang fresh bagi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Muhammadiyah Gunung Terang (Gunter) sebagai pembelajaran berharga bagi anak didiknya.
SDIT Muh Gunter gelar acara memperingati Hardiknas di lapangan SDIT pada Kamis, 2 Mei 2024. Diawali dengan upacara, kegiatan kelas, dan pawai budaya.
“Kegiatan ini spontanitas, kami adakan di sini sebagai bentuk pembelajaran bagi siswa SDIT Muh Gunter agar memahami keberagaman budaya tanah air melalui event peragaan busana daerah,” ujar Ridwan, Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Gunter kepada bongkarpost.co.id di lokasi acara.

Wakil Kepsek Kurikulum Nayla menambahkan, bahwa tema acara hari ini mengangkat kebudayaan Indonesia sesuai instruksi Kementerian Pendidikan, upacara menggunakan pakaian adat, dengan tujuan agar siswa mengerti dan memahami kebudayaan nasional terutama pakaian adat semua wilayah nusantara.

“Siswa siswi diharapkan paham ciri khas pakaian adat semua daerah di 34 Provinsi se Indonesia. Ini tidak ada kurikulumnya, sekaligus agar mereka tidak jenuh dengan pembelajaran di dalam kelas alias teks books. Ada juga di luar kelas yang menyenangkan. Semoga bisa memotivasi semua siswa siswi di sini. Ini sebenarnya satu rangkaian dengan Hari Kartini April lalu,” terangnya kepada media ini.
Diketahui, kegiatan ini berjenjang dan bervariasi. Kelas 1 dan 2 SD pawai pakaian adat daerah, kelas 3 giat Market Day, kelas 4 Quiziz dan LCT, kelas 5 budaya tradisional, dan kelas 6 masak-masak.
Dikatakannya, pihak sekolah menyediakan trophy sebanyak 16 buah untuk apresiasi fashion show pakaian daerah bagi siswa kelas 1 dan 2. Kelas di atasnya penghargaannya berbeda karena kategorinya kelompok.
“Jadi masing-masing kelas diambil 2 orang juara. Ini khusus kelas 1 dan kelas 2. Apresiasi ini sebagai bentuk penghargaan anak-anak dibantu orang tuanya sudah bersusah-payah menampilkan perform maksimal mensupport anak-anaknya,” tutup Nayla. (Nop)







