Bongkar Post – Kembangkan Perpusdes, Dispursip Pesawaran Gelar Replika Bimtek SPP-TIK

 

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Bongkar Post Pesawaran, – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kabupaten Pesawaran menggelar Replikasi Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan-Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP-TIK) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2023 dalam rangka mengembangkan seluruh Perpustakaan Desa (Perpusdes) yang ada di Bumi Andan Jejama.

Dalam hal ini, Kadispursip Pesawaran Halimah Zakaria mengatakan, tujuan dari pelaksanaan Replika Bimtek tersebut yakni agar Perpusdes nantinya dapat menjadi pusat informasi, pusat kegiatan masyarakat dan pusat budaya, khususnya bagi masyarakat yang ada disekitar desa tersebut.

“Sebab, saat ini perpustakaan harus bertranformasi (berubah), dari yang awalnya dikenal masyarakat selama ini hanya tempat meminjam, membaca buku saja, tapi harus menjadi pusat informasi, pusat kegiatan masyarakat dan pusat budaya, termasuk perpustakaan yang ada di desa, yang telah kita berikan bimbingan teknis saat ini,” ujarnya usai melaksanakan Replika Bimtek yang berlangsung di Aula Desa Bagelen, Kecamatan Gedong, pada (22 – 23 Juni 2023).

Menurutnya, Bimtek SPP-TIK Program TPBIS tersebut merupakan bagian program prioritas Nasional dari Perpustakaan Nasional yang juga bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada pengelola Perpustakaan baik Provinsi, Kabupaten/Kota dan Desa.

“Supaya harapannya dapat meningkatkan kapasitas SDM nya sehingga dapat mengembangan perpustakaan menjadi lebih baik lagi,” kata dia.

Diketahui, kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut turut diikuti sedikitnya enam desa dan delapan orang pegawai perpustakaan.

“Dan enam desa tersebut terdiri dari Desa Kalirejo, Desa Wates, Desa Sungai Langka, Desa Bagelen, Desa Sidodadi dan Desa Wiyono,” jelasnya.

Disisi lain, salah satu Fasilitator Daerah (Fasda) Des Yulian menjelaskan, meskipun nantinya bimtek memang selesai, namun kegiatan demikian tidak berhenti sampai disini saja, akan terus diberikan bimbingan, pembinaan dan juga akan dibentuk grup untuk berkoordinasi, belajar serta bertukar pengalaman antar sesama pengelola perpustakaan.

“Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Perpusdes juga akan terus dipantau oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Pesawaran sebagai Pembina yang ada di wilayah Bumi Andan Jejama,” jelasnya.

“Dengan begitu, kita semua berharap kedepannya ada peningkatan minat baca masyarakat supaya membuat masyarakat lebih literat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan,” timpalnya.

Selanjutnya, Kepala Bidang Perpustakaan, Iim Agus Islami turut menuturkan, pihaknya hingga saat ini sudah banyak memberikan pelatihan-pelatihan serupa lainnya, seperti pelatihan komputer dasar, berbagai pelatihan keterampilan, pelatihan baca tulis hitung, mewarnai dan juga berbagai lomba.

“Hal ini sebagai wujud implementasi program TPBIS itu, dan semoga tahun-tahun mendatang akan lebih banyak dan bervariasi lagi kegiatan yang ada di Perpustakaan Kabupaten Pesawaran,” tuturnya Iim.

Kemudian, salah satu Fungsional Dispursip Pesawaran, Suryati juga menerangkan, materi yang diberikan yakni berupa teori dan praktek strategi pengembangan perpustakaan, seperti cara meningkatkan layanan perpustakaan, bagaimana melakukan pelibatan masyarakat, cara mengadvokasi kepada stakeholder, termasuk materi berkenaan dengan etos kerja dan pelayanan prima pengelola perpustakaan.

“Dengan begitu, harapannya ilmu yang didapat saat mengikuti bimtek ini dapat diimplementasikan di perpustakaan desanya masing-masing, dan terus berkoordinasi dengan perpustakaan daerah apabila menemui kendala dan sebagainya,” terang Suryati.

Menanggapi kegiatan tersebut, salah seorang peserta bimtek dari Desa Wates mengatakan, materi yang diberikan sangat menginpirasi begitu pula video dari perpustakaan desa lain, sehingga dengan begitu dapat membuka wawasan masyarakat terhadap perpustakaan.

“Karena saya anggap selama ini perpustakaan hanya tempat yang membosankan dan hanya berhubungan dengan buku, tapi ternyata semua bisa dilakukan di perpustakaan, seperti pelatihan keterampilan, mengembangkan potensi desa, belajar bersama, rapat, senam, penyuluhan, kegiatan anak-anak, remaja, orang tua dan lain-lain,” ujar dia.(Ak/imron)

 

 

 

 

 

Pos terkait