Bongkar Post – Kapolda Lampung: Dugaan Penganiayaan itu ada, tapi tetap Harus Dicocokkan dengan Hasil Di Lapangan

 

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

Bandar Lampung,

Konferensi Pers yang digelar Polda Lampung di ruang Siger Longue Mapolda Lampung dihadiri ratusan awak media (cetak, online, tv) sempat tertunda 2 jam dari jadwal semula jam 10.00 WIB, akhirnya baru bisa dimulai pukul 12.30 WIB setelah makan siang.

Konferensi pers terkait Kasus Kematian siswa SPN Kemiling tersebut dihadiri Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Umar Effendi,S.I.K.,M.Si (Ketua Timsus), Kabidhumas Polda Lampung Kombespol Umi Fadillah Astutik, dan Ketua Harian Kompolnas, Benny Jozua Mamoto beserta jajarannya.

Kedatangan tim Kompolnas ini untuk melaksanakan olah TKP kasus tewasnya siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) SPN Kemiling, Advent Pratama Telaumbanua (APT.red).

Kapolda Lampung mengatakan bahwa belum ada kesimpulan dari timsus hingga saat ini. Atas nama Polda Lampung ikut berduka, berbelasungkawa atas meninggalnya Advent Pratama Telaumbanu.

“Kami belum bisa memastikan sebelum ada hasil yang lebih lengkap baik dari info hasil autopsi yang dilakukan pihak keluarga di RSU Adam Malik Medan maupun hasil penelusuran mendalam dari timsus ini, semua masih proses. Kami akan bergerak cepat, kebetulan ada pihak Kompolnas yang hadir selaku pihak eksternal turut  membantu proses penyelidikan ini,” terangnya.

Beragam pertanyaan awak media terkait bagaimana sikap Polda kepada keluarga “korban”, kapan hasil autopsi diketahui, langkah-langkah yang diambil Polda Lampung ke depan, dan siapa oknum pelakunya, serta ada dugaan penganiayaan.

Helmy Santika menyatakan,” bahwa sudah 30 orang  diselidiki, yaitu para saksi, dan semua rekan satu peletonnya yang ada di lokasi kejadian, semua sudah dimintai keterangan, kami akan olah TKP, dan kami sedang mendalami itu sambil mengumpulkan barang bukti lainnya,” terangnya.

“Dan kami juga belum bertemu langsung dengan pihak keluarga Advent, rencananya ada dalam waktu dekat ini setelah olah TKP,” lanjutnya.

“Adapun luka-luka yang dialami korban, sama yang dialami rekan-rekan korban karena latihan fisik. Jadi sekali lagi segala informasi akan kami tampung. Kita akan dalami. Tentunya kita semua harus bersabar menunggu hasil autopsi dari RSU Adam Malik,” katanya.

Terkait dugaan penganiayaan, Kapolda mengungkapkan dugaan-dugaan itu ada. Namun, tetap harus dicocokkan dengan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, dan hasil autopsi.

“Intinya supaya tidak ada spekulasi, supaya tidak bias. Kita sepakat menunggu hasil autopsi. Apa pun hasilnya nanti akan kita sampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Kapolda juga meluruskan, bahwa tidak ada upaya  menghalang-halangi pihak keluarga untuk melihat kondisi jenazah di RS Bhayangkara pada malam itu.

Hal senada diungkapkan dari pihak Eksternal (Kompolnas), bahwa biarkan tim bekerja, kami turut mengawasi olah TKP dan membantu proses penyelidikan dari timsus ini sampai tuntas.

Dikatakan bahwa pihak keluarga APT akan membawa hasil autopsi dari RS Adam Malik di Medan ke Mapolda Lampung besok, Kamis (24/8). [Nop]

Pos terkait