Bongkar Post – JMSI Lampung Adakan Ngobrol Bareng Bang Teguh, Bahas Penguasaan Informasi dan Teknologi oleh Kaum Muda

Bandar Lampung, BP

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung gelar Ngobrol Bareng Bang Teguh, yang merupakan Ketua JMSI Pusat. Acara yang digelar di Hotel Alodia, pada Sabtu (21/9/2024) menghadirkan lima orang narasumber yaitu Dr. Teguh Santosa, Rahmat Mirzani Djausal cagub Lampung, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, Iqbal Ardiansyah Ketua KNPI Lampung, dan Dendi Ramadhona Ketua Karang Taruna Lampung yang juga Bupati Pesawaran. Dengan dimoderatori Nizwar, Dewan Pembina JMSI Lampung, diskusi mengambil tema “Muda Itu Kamu, Kuasai Informasi Kuasai Dunia”.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, Rahmat Mirzani Djausal (RMD) mengajak pemuda untuk bisa membaca peluang bisnis dengan menguasai informasi.

Ia menekankan pentingnya percepatan informasi di era digitalisasi karena banyak potensi yang bisa digali dari informasi untuk membaca peluang bisnis.

“Sampai sekarang orang terkaya karena menguasai informasi,” kata RMD.

Mirza, yang juga Ketua DPD Gerindra Lampung ini mencontohkan, seorang investor yang ingin berinvestasi di Lampung harus menguasai banyak informasi. Potensi-potensi yang ada di  Lampung seperti menguasai sumber daya alamnya dan apa saja yang ada di Lampung.

“Keunggulan informasi dimanfaatkan calon investor agar bisa mengusai informasi, melihat apa saja kekayaan SDA di Lampung,” kata dia.

Dia pun berpesan pada kaum milenial khususnya, yang aktif di dunia digital agar melihat informasi juga sebagai peluang usaha.

“Kita mulai berfikir mencari informasi untuk kepentingan bisnis, usaha kita, UMKM Lampung ke depan akan sangat maju, saya punya keyakinan. Bakal ada pertumbuhan investasi yang masuk. Kita harus lihat peluang dari jauh-jauh, jangan melihat peluang dengan terburu-buru,” bebernya.

Anak muda, lanjutnya, suka mencari informasi, dan mulai sekarang cari data untuk peluang usaha.

“Terlebih sekarang ini perizinan dipermudah, persaingan banyak, bisnis baru muncul karena kesempatan orang melihat data informasi,” kata dia.

“Semoga anak muda bisa menyadari informasi itu penting, dan contohlah orang-orang yang sukses dengan data dan informasi,” ungkapnya.

Sementara, Teguh Santosa mengatakan, bahwa kehadiran media bisa membawa dampak yang baik dan buruk, tergantung dari sudut pandang.

“Media adalah alat perang yang canggih, karena yang diserang media adalah sistim kesadaran, kita tidak perlu mengerahkan kekuatan militer,” kata Teguh.

Menurutnya dengan perkembangan teknologi, informasi sangat mudah didapat.

“Keberadaan media adalah dengan memberikan informasi dengan utuh, banyak sisi yang bisa dikembangkan dari sebuah informasi bagi masyarakat dan pemerintah,” ungkapnya.

Lainnya, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lampung, Iqbal Ardiansyah mengajak para pemuda menguasai informasi.

“Jika bisa menguasai dunia, banyak potensi-potensi informasi yang bisa digali di Lampung. Terlebih saat ini dengan mudahnya sumber informasi di era digitalisasi. Apa yang tidak bisa kita buat, bisa kita cari informasinya. Sungguh luar biasa, namun ada sisi kelemahan informasi, maka harus bisa
memilahnya.

“Persiapkan diri kita menyambut kemajuan. Apa yang kita siapkan menyambut informasi dengan memfilter informasi dengan baik, karena ada kelemahan sisi negatif dari dunia digital, agar nilai sosial dan nilai budaya tidak tergerus oleh dunia kebarat-baratan,” ujar pria yang sempat mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Bandar Lampung.

Iqbal mencontohkan, dulu jika ingin membeli sesuatu harus keluar rumah mencari makan, ada interaksi dengan tetangga dan lingkungan. “Namun saat ini dengan kemajuan teknologi kita tidak berinteraksi dengan lingkungan cukup memesan makanan dengan teknologi,” ucapnya.

Ia mengatakan, Indonesia punya mimpi Indonesia emas atau bonus demografi tahun 2045, Indonesia mempunyai sumber daya alam (SDA) yang baik, namun kata dia, apakah sudah siap mengelola itu, baiknya diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dengan menjaga nilai sosial, budaya dan lainnya.

“Agar tidak mudah terpecah, jadikan informasi sebagai filter, serta menjaga budaya dan persatuan Indonesia,” kata dia.

Sementara, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana memberikan sambutan sekaligus membuka acara hajat JMSI Lampung ini. (tk)

Pos terkait