Bongkar Post
TULANG BAWANG,
Kabupaten Tulangbawang, Lampung memiliki dua dari 15 Kecamatan yang memiliki potensi kekayaan biota sungai dan laut yang melimpah.
Dua kecamatan tersebut merupakan wilayah dekat dengan perairan, antara lain Kecamatan Rawa Jitu Timur dan Kecamatan Dente Teladas.
Banyaknya berbagai biota sungai, laut serta masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan petambak. Menjadikan dua wilayah tersebut sebagai lokasi potensi perikanan terbesar di Tulang Bawang.
“Insyaallah dua kecamatan ini merupakan kecamatan yang berpotensi besar dalam penghasil perikanan di Tulangbawang,” jelas Kadis Perikanan Tulangbawang, Eka Saputra beberapa waktu lalu.
Contohnya semua kampung yang berada di Kecamatan Rawa Jitu Timur yang mana merupakan pembudidaya udang dan nelayan.
“Semua masyarakat di daerah setempat rata-rata mayoritas merupakan mantan Dipasena, jadi semua kawasan di Kecamatan Rawa Jitu Timur itu masyarakat merupakan seorang nelayan atau pembudidaya udang,” paparnya.
Kedua terdapat juga kecamatan Dente Teladas, yang mana merupakan kawasan mayoritas masyarakat setempat berprofesi sebagai nelayan.
“Disana kita bisa menemui berbagai jenis biota laut dan sungai, baik udang, kerang darah, cumi, ikan serta rajungan yang di ekspor dengan nilai yang cukup baik,” terang Eka.
Selain dua Kecamatan itu, menurutnya Kabupaten Tulangbawang juga memiliki daerah aliran sungai (DAS) yang juga tak kalah dalam potensi kekayaan biota sungainya.
“Sejumlah ikan air tawar juga banyak berada di Sungai Way Tulang Bawang seperti baung, belida, jelabat, udang galah, dan berbagai jenis ikan air tawar lainnya,” ungkap dia.
Bahkan Kabupaten yang berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur ini memiliki kurang lebih 70,7000 hektar luas rawa.
“Dari luas rawa itu, potensi berbagai jenis ikan juga banyak berkembang disana,” bebernya.
Maka dari itu guna menjaga kelestarian lingkungan biota sungai setempat pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Lampung beberapa tahun lalu telah melakukan restoking.
“Beberapa tahun lalu kita juga sudah pernah melakukan restoking bersama Pemerintah Provinsi Lampung dengan menebar 1 juta benih ikan dari berbagai jenis di DAS way Tulang Bawang,” ujarnya.
“Alhamdulillah saat ini sudah ada perkembangan yang signifikan dari hasil restoking yang dilakukan saat itu,” tambahnya.
Dirinya menuturkan tahun ini pihaknya akan berencana kembali melakukan giat restoking di DAS way Tulang Bawang.
“Tahun ini insyaallah kami sudah merencanakan dan mengusulkan untuk melakukan restoking kembali namun untuk lokasi belum ditentukan, karena Provinsi yang akan menentukan nantinya,” ungkapnya.
Eka juga mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Tulangbawang untuk bersama-sama terus menjaga kelestarian, serta keberagaman biota sungai dan laut di Sai Bumi Nengah Nyappur. (CN/Ris)







