Bongkar Post
Bandar Lampung,
IDRIP berfokus pada tiga aspek utama, yaitu:
Mitigasi: Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko bencana dan cara-cara mengurangi risiko tersebut.
Kesiapsiagaan: Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk merespons bencana dengan cepat dan efektif.
Peringatan dini: Menyediakan peringatan dini yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat.
IDRIP dilaksanakan di 25 provinsi di Indonesia yang memiliki risiko tinggi terhadap tsunami. Program ini telah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, antara lain:
Peningkatan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana.
Peningkatan kemampuan masyarakat untuk merespons bencana.
Peningkatan akses masyarakat terhadap peringatan dini.
Dr. Muhamad Fikri Akbar biasa disapa akrab Fikri, adalah seorang Wakil Kordinator Bidang Advokasi dan Komunikasi dari Idrip Destana Provinsi Lampung. Ia menjelaskan program Mitigasi Bencana kepada para awak media sesi konferensi Pers di Novotel Bandarlampung, pada Jumat, 7 Juni 2024.
Latar belakang didirikannya Desa Tangguh Bencana adalah sebagai pencegahan dini terhadap bencana alam, gempa dan tsunami yang ada di 2 Wilayah, yaitu Kota Bandarlampung dan di Kabupaten Lampung Selatan.
Fikri mengatakan, kegiatan ini sudah berjalan sekitar 10 bulan lalu, dimulai dari proses sosialisasi kegiatan dan nanti akan diadakan penilaian ketangguhan bencana di setiap wilayah.
Dia juga mengatakan dengan adanya Destana di Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan, masyarakat akan memiliki tingkat kewaspadaan tinggi dan lebih siap saat terjadi bencana.
“Tenaga pelatihnya sudah dilatih dari fasilitator nasional dan direkrut dari warga Lampung yang dilatih di Jakarta. Yang melatih dari Yogja dan Surabaya, dan dari awal sampai akhir pesertanya hanya 30 orang itu saja.
Destana juga membuat forum penanggulangan bencana yang bertujuan untuk melakukan report data yang dibutuhkan untuk mempermudah mencari informasi yang dibutuhkan.
Walikota Bandarlampung Hj. Eva Dwiana menyampaikan bentuk supportnya dengan memberikan bantuan dana anggaran 1,5 Miliar untuk pelatihan, fasilitas ambulans, dan posko-posko, serta satuan untuk para korban bencana.
“Untuk pelatihan akan dimulai minggu depan,” ucap Dr. Muhammad Fikri Akbar. (Neni)







