Bongkar Post – Faisol Djausal, Nuril Hakim, Hingga Bustami Zainudin Ikut Lepas Jenazah Mochtar Sany 

Ambulans pembawa jenazah mendiang HR Mochtar Sany F. Badrie, keluar dari Jl Bung Tomo, Gedong Air Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung untuk dibawa ke Pantai Mutun, Padang Cermin, Pesawaran, Minggu (2/6/2024). | Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

BANDARLAMPUNG – Kepergian mendadak untuk selamanya, pengusaha top: Komisaris PT. MS Corporation (MS Corp); pendiri Institut Satukan Tenaga Masyarakat Kerahkan Untuk Rakyat (Satmakura) Campangraya, Sukabumi, Bandarlampung; bos destinasi wisata Pantai Mutun (MS Town Beach), Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran; mantan anggota Fraksi Utusan Daerah MPR 1997-1999, tokoh nasional asal Lampung; Haji Raden Mochtar Sany Firdaus Badrie, yang menghembuskan napas terakhir di kediamannya, Jl Bung Tomo Nomor 5, Gedong Air (depan Mapolsek dan Kantor Kecamatan) Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Sabtu (1/6/2024) pukul 23.55 WIB, mengagetkan banyak orang.

Pria tambun 74 tahun, kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, 28 Desember 1950 ini baru sekitar dua hari kembali ke rumah, seusai menjalani perobatan medis di Jakarta.

Bude, pedagang kios sayuran sisi kanan rumah duka megah mentereng Mediterania itu, membenarkan, almarhum baru dua hari tiba di rumah. Bude mengutip obrolannya dengan Ana, asisten rumah tangga kediaman almarhum ayahanda Caroline Mochtar dan pengusaha muda atlet sofbol Zainal Asikin itu.

“Saya? Biasa buka dari Subuh. Iya tadi pas abis Subuh diumumin di Masjid [Thoriqul Khoir, Jl Imam Bonjol persis hook pertemuan dengan Jl Bung Tomo arah rumah duka, red], meninggalnya dibilanginnya jam sebelas-an [pukul 23.55 WIB]. Dibawa dari rumah, pas digotong ke mobil katanya bapak udah nggak ada [telah meninggal, red],” informasi Bude.

“Iya, baru dua hari lah di rumah. Si Ana baru kemarin pagi belanja sayuran di sini. Apa, oh, biasanya sih sayur asem, tapi ya biasa kayak kita gini [tidak ada pantangan makanan] jadi Ana belanja ya ganti-ganti [aneka sayuran],” tutur Bude lagi, ditemani anak lelakinya.

Info berharga Bude, menggenapi keterangan tertulis kertas putih tinta printer hitam di pilar kanan gerbang utama kediaman. Di situ jelas, terafirmasi, almarhum Komisaris BPR Bina Lampung Sejahtera yang acap disingkat HR Mochtar Sany F. Badrie, atau sapa inisial MS merujuk MS Corporation diriannya, wafat di rumah sebelum dilarikan ke RS Bumi Waras Bandarlampung, Minggu (2/6/2024) dini hari.

“Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un. Telah meninggal dunia Bapak Mochtar Sany Firdaus Badrie bin SH Badrie di RS Bumi Waras pada tanggal 2 Juni 2024 jam 00.10 WIB. Saat ini jenazah ada di rumah dukadepan Mapolsek Tanjungkarang Barat, akan dimakamkan hari ini juga di Pantai Mutun, Pesawaran. Mohon dimaafkan kesalahan, kekhilafan almarhum semasa hidupnya,” edar kawat duka yang berseliweran sebelumnya.

Iring-iringan ambulans pembawa jenazah mendiang Mochtar, mantan calon anggota DPD RI nomor urut 24 Pemilu 2004 silam ini, diikuti sejumlah mobil pribadi berpenumpang keluarga inti dan kerabat dekat, keluar dari Jl Bung Tomo berbelok ke Jl Imam Bonjol arah ke Tamin, tepat pukul 11.46 WIB.

Sirine mobil patroli Polsek Tanjungkarang Barat meraung, mengawal perjalanan menuju Pantai Mutun (MS Town Beach), Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, tempat peristirahatan terakhir Mochtar Sany.

Ulah macet dua arah saat lalu lintas sejenak dihentikan, sejumlah warga pelintas buka kaca mobil, bertanya, siapa yang meninggal.

Seruak kabar duka Minggu dini hari, kontan membangunkan tidur malam banyak tokoh, sesiapa pun yang mengenal dan dikenal, tetangga lingkungan, teman kecil, rekan bisnis hingga asisten rumah tangga, sopir pribadi, dan karyawan korporat pimpinan almarhum.

Pantauan Minggu pagi, aura kehilangan itu demikian terasa. Banyak yang kehilangan, banyak lagi yang mendoakan. “Bapak orang baik. Dermawan tulen,” celetuk pria paruh baya, warga setempat, bersua saat pewarta tengah memarkir motor sekitar rumah duka.

Celetukan itu terangguki.

Memaklumi almarhum orang sibuk, si bapak mengaku jarang bertemu, bertemu apabila kebetulan saling berpapasan usai sama-sama Jum’atan di Masjid Thoriqul Khoir. “Bapak orang besar [pesohor, red]. Bisa ketemu pas abis Jum’atan ya udah syukur. Silakan lanjut,” ujar dia menyilakan pewarta ambil gambar.

Dua buah tenda tarub di halaman, dipenuhi obrolan seputar kesan terkait almarhum semasa hidupnya. Ratusan pelayat, silih berganti. Sebagian ada, matanya sembab.

Dihampiri, tokoh Lampung Faisol Djausal, tengah fokus berbincang dengan sesama kolega pelayat, menyampaikan tiga poin.

Di antaranya, ayah Ketua DPD Partai Gerindra cum Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung terpilih kembali periode kedua 2024-2029, kini Calon Gubernur Lampung 2024-2029 Rahmat Mirzani Djausal ini menyebut, salah satu suritauladan warisan mendiang Mochtar Sany ialah daya juang tinggi.

  [Ayah Faisol, kenangan terindah yang sulit Ayah lupain dari seorang Mochtar Sany?] “Oh. Ini memang kebetulan adik saya. Dari kecil sama-sama. Waktu di Bandung juga sama-sama. Begitu banyak kenangannya. Jadi susah dikisahin satu-satu,” sahut Ayah, sapaan pengusaha top Rindang 31 ini.

  [Terakhir kontak dengan almarhum?] ” Udah agak lama. Ya, [karena] sama-sama sibuk ya.” [Pesan untuk ahli waris almarhum?] “Ya, yang akur-akurlah, itu kan bapaknya, daya juang tinggi, jangan malas, ibadah jangan tinggal,” ujar Faisol Djausal.

  [Suritauladan apa dari almarhum yang kira-kira, menurut Ayah, paling layak untuk diwariskan paling tidak kepada anak muda Lampung?] “Ya itu tadi. Dia tidak malas, bekerja kenceng, konsepnya banyak. Dulu pernah [bilang] ama dia, ‘Tar [sapaan Faisol kepada Mochtar Sany], lu ini bagusnya jadi ketua Bappeda,” ujar Faisol tertawa ringan, kontan teringat memori kebersamaan.

Yang juga turut melepas kepergian ambulans jenazah, senator Lampung, mantan wakil bupati dan bupati Way Kanan, anggota DPD/MPR RI 2019-2024 dapil Lampung dan terpilih kembali periode mendatang, Dr Bustami Zainudin. Dicegat sesaat berpamitan, Bustami juga berobituari.

Tokoh Lampung lainnya; pengusaha cum politisi PAN, mantan Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Lampung dan Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan era Kabinet Kerja 2014-2019 Siti Nurbaya Bakar, yakni Nuril Hakim Yohansyah; tetap terpancar aura kegantengannya, tampak tegar anteng di atas kursi roda, bibir kanan pintu rumah duka.

Udo Nuril karibnya, ditemani Atu Nila adiknya, pensiunan dosen Fakultas Hukum Unila, eks anggota KPU Provinsi Lampung 2003-2008.

Disusuri jalan kaki, puluhan karangan bunga papan ucapan belasungkawa berjejer kanan kiri Jl Bung Tomo. Puluhan lain, bergelombang berdatangan. “Oh dah dibawa ke Mutun ya,” buru-buru parkir, seorang pelayat telat tiba.

(Karangan bunga papan ucapan belasungkawa dari tokoh asal Lampung: Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief, Minggu (2/6/2024). | Muzzamil)

 

Selain dari Faisol Djausal, Bustami Zainudin, ada dari, Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief yang notabene sohib Ikin sapaan Zainal Asikin putra mendiang, saat zaman susah doeloe sama-sama urus dan majukan olah raga sofbol dimana Andi Arief pernah Ketua Pengprov Perbasasi Lampung.

(Karangan bunga ucapan belasungkawa dari tokoh asal Lampung: mantan Wakapolresta Surabaya Selatan, Wakapolda Lampung, Wakapolda Sumatera Selatan, Sahli Kapolri Bidang Sosial Politik, kini Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjen Polisi Rudi Setiawan, Minggu (2/6/2024). | Muzzamil)

 

Ada dari Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Kaligis, ada dari pengusaha Muhar Gusti; dari jenderal asal Lampung: mantan Wakapolresta Surabaya Selatan, Wakapolda Lampung, Wakapolda Sumatera Selatan, Sahli Kapolri Bidang Sosial Politik, kini Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjenpol Rudi Setiawan; juga dari Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, serta lainnya. (Muzzamil)

 

Pos terkait