Foto: Cahyalana, S.Sos., (Mantan Ketua KPW PRD Lampung, Aktifis Politik ’98)
Bongkar Post
Bandarlampung,
Sukses perhelatan Munas ARUN (Advokasi Rakyat untuk Nusantara) pada Sabtu siang (8 Juni) lalu, yang dilanjutkan pertemuan secara eksklusiv antara Rahmat Mirzani Djausal (RMD) dengan kelompok Eksponen Aktifis ’98 di salah satu cafe di kawasan Pahoman Kota Bandarlampung.
Tak pelak, mayoritas aktifis ’98 tersebut berkumpul kompak tatap muka dan ngobrol secara langsung dengan Cagub cum Ketua Partai Gerindra Provinsi Lampung RMD.
Sederet nama-nama besar aktifis progresif revolusioner hadir di malam itu, termasuk Tim Kampanye Nasional (TKN) eks Ketua Umum KPP PRD Harris Rusli Moti. Didampingi Cahyalana (eks Ketua KPW PRD Lampung awal reformasi), Badri Yusuf, Sukma Maulana, Abu Hasan, Tomi Samantha, Rahmad, Isnan Subkhi, dan lain-lain.
Di hadapan RMD dan para awak media Harris Rusli Moti membeberkan tentang komitmen dan program yang diusung oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Apresiasi yang sama ditunjukkan oleh RMD yang meyakini bahwa eksponen ’98 ini memiliki militansi tak diragukan bahkan banyak ikut andil besar memenangkan pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 lalu.
Cahyalana, salah satu inisiator pertemuan tersebut mengemukakan pendapat dan alasan mengapa eksponen ini dukung penuh RMD sebagai Gubernur Lampung 2024.
“Kalau kami sudah berani memutuskan pasti dengan pertimbangan dan analisa mendalam, kritis, dan obyektif. Kami-kami yang kumpul ini adalah individu atau personal yang punya histori perjuangan dalam menegakkan demokrasi bahkan jauh sebelum rezim Orde Baru tumbang,” terang dia kepada bongkarpost.co.id pada 19 Juni 2024 via ponsel.
Dilanjutkannya, bahwa RMD ini sudah memenuhi syarat sebagai Gubernur Lampung yang akan dipilih rakyat. Harapan besar perubahan Lampung menjadi lebih baik ada di pundak RMD.
“Ibarat atau analogi makanan martabak. Dari loyang, tepung, gula, kacang bumbu, api, dan bahan-bahan lainnya sudah tersedia. Tinggal siapa dan bagaimana pengolahan yang tepat sehingga siap dimakan. Tidak gosong atau setengah matang, sehingga menjadi martabak,” tambahnya.
Dia berpendapat, bahwa eksponan ’98 menjadi “dapur politik” RMD dalam perhelatan 5 tahunan ini sekaligus mengawal program dan kepemimpinan RMD kedepan, pasti siap bila RMD menghendaki, karena itu hak prerogatifnya. (Nop/red)







