Bongkar Post
Bongkar Post Pesawaran – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran Sam Herman terkesan ‘acuh’ terhadap keluhan masyarakat terkait aroma tak sedap yang berasal dari kotoran sapi milik kelompok tani Sido Rukun 1 yang dibangun di tengah pemukiman warga.
Menurut Sam Herman seharusnya masyarakat bersyukur dengan adanya bantuan sapi dari kementrian melalui jalur Aspirasi dari Ketua komisi IV RI Sudin.
“Dia (Sudin) sudah bantu pesawaran mau di salahin. Nanti gak dapet lagi bantuan pesawaran ini. Sudah dikasih bantuan tiba tiba begitu gak ngasih nanti dia kedepan nya,”ujar Sam Herman saat di temui diruang kerjanya, Kamis (22/6/2023).
Sam Herman juga menjelaskan walaupun bantuan tersebut berasal dari pusat Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Untuk itu dirinya menghimbau kepada kelompok yang menerima bantuan agar menjaga kebersihan kandang agar tetap bersih.
Sementara M. Doni faliandra Kabid Pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pesawaran menjelaskan bahwa setiap usaha yang mendirikan bangunan harus tetap ada izin dari lingkungan.
“Gak mungkin kami proses kalo tidak ada tanda tangan dari warga sekitar kades dan camat,”ungkapnya.

Diberitakan sebelum nya Warga Dusun Kampung Sawah Desa Kebagusan Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran mengeluhkan bau tidak sedap akibat adanya pembangunan kandang sapi milik salah satu kelompok tani di desa tersebut.
Basir salah satu warga mengatakan semenjak berdirinya kandang sapi milik kelompok di sekitar kediaman nya. Dirinya merasa sangat terganggu oleh aroma tidak sedap yang berasal dari kotoran sapi yang ada di kandang milik kelompok tani.
Menurut nya permasalahan tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah desa dan pengurus kelompok tani. Dan setelah dilakukan musyawarah disepakati bahwa pengurus kelompok akan mengupayakan agar bau dari kotoran sapi tidak menyebar ke lingkungan sekitar.
“Bau nya kalau pas hujan nyampe sini.Jadi gak nyaman.waktu itu sempat hilang. Nah akhir akhir ini bau lagi.Tapi gak setajam yang awal awalnya kabarnya karena sudah dikasih obat. Tapi ini bau lagi mungkin karena hujan di bawa aliran air,”ujarnya, saat di konfirmasi dirumah nya, Rabo (21/6/2023).
Hal senada juga disampaikan Dewan Jaya warga RT 06 yang tinggal tidak jauh dari lokasi kandang tersebut.
Dewan Jaya mengatakan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan pembangunan kandang sapi tersebut namun hanya mengeluhkan bau tidak sedap yang kadang kadang datang saat ada angin kencang.
“Bau nya ajalah yang mengganggu kalo yang lain lain okelah gk ada masalah,”ujarnya singkat.
Sementara Candra Maryoto selaku ketua Kelompok Tani Sido Rukun 1 Desa Kebagusan membenarkan bahwa kelompok nya mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Tahun 2022.
Disinggung soal keluhan warga akibat aroma tidak sedap dari kotoran sapi tersebut dirinya membenarkan dan mengakui bahwa pembangunan kandang tersebut tidak ada pemberitahuan ke lingkungan karena tergesa gesa.
“Ya kalau izin ke lingkungan itu gak adalah itulah kesalahan kita. Cuma dulu program itukan buru buru.karena udah akhir tahun.dan memang rencana awal nya gak situ.tapi saat mau didirikan kandang ternyata setelah mediasi dan koordinasi yang punya tanah ternya boleh tapi nunggu izin dari anak anak nya,”Kata Candra.
“Sementara saya di kejar dari dinas disuruh cepet bikin kandang.karena ini mau akhir tahun.karena di bulan 12 harus tersalurkan dan beres.meskipun belum beres tapi harus sudah ada bentuk pekerjaan,”tambahnya. (Imron)







