Hujan deras kembali mengguyur wilayah Bandarlampung, Kamis (25/4/2024) petang. | Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Hujan deras yang mengguyur rerata wilayah Bandarlampung mulai sekira pukul 15.45 WIB bersegera disusul luapan air di berbagai titik lokasi dalam kota, Kamis (25/4/2024) petang.
Warga pengendara kendaraan bermotor terutama roda dua, nekat menerobos hujan lebat dengan debit air cukup tinggi ini.
Bongkar Post yang turut terjebak hujan dan harus beberapa kali menepi dan meneduh, mendapati material lumpur, sampah plastik dan bebatuan kecil turut naik ke aspal.
Mulai dari sepanjang Jalan Imam Bonjol, Kemiling lalu Langkapura, Jalan Sultan Agung Kedaton, Jalan Teuku Umar, Jalan Raden Intan, dan Jalan RE Martadinata.
Mengaku was-was jika mendapati hujan saat tengah di perjalanan mengingat saat ini Bandarlampung menurutnya telah layak disebut kota rawan banjir, seorang warga Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling yang menolak disebut namanya saat sama-sama berteduh bilangan Langkapura bilang, Pemkot dan warga Bandarlampung jangan pernah lagi menganggap remeh munculnya genangan-genangan baru di banyak titik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Sekarang kita lihat, dua jam aja hujan gede itu genangan langsung nongol. Artinya apa, itu konsentrasi air. Entah mampet entah habis banyak pohon ditebang di daerah itu, yang jelas jangan disepelein sih bang,” ujar warga pria tersebut, pamit duluan meski hujan masih menerjang.
Seorang lainnya, pengendara perempuan pulang kerja, menyahuti obrolan Bongkar Post yang terpenggal tersebut dengan mengatakan bahwa kewaspadaan akan terjadinya bencana banjir di kota 1,25 juta jiwa penduduk ini, tak bisa lagi dibedakan antara “hujan awet”, ia mengistilahkan, dengan hujan tetiba. Tetiba hujan deras, langsung banjir. Efek perubahan iklim.
“Pemerintah konsisten aja kerjain apa yang emang jadi solusi terbaik nanganin banjir. Nggak usah peduliin yang nyinyir, kerjain aja terus jangan putus, benahi semua, itu lebih baik kalo kata saya,” lugas Evi, nama ia. (Muzzamil)







