Bongkar Dugaan Bancakan Dana Revitalisasi Sekolah, Pria Mengaku TA Ketua DPRD Bandar Lampung Ancam Polisikan Wartawan

Bongkar Dugaan Bancakan Dana Revitalisasi Sekolah, Pria Mengaku TA Ketua DPRD Bandar Lampung Ancam Polisikan Wartawan

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Dugaan bancakan Program Dana Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBN di Kota Bandar Lampung berujung ancaman.

Risky pria yang mengaku Tenaga Ahli (TA) Ketua DPRD Bandar Lampung, mengancam akan melaporkan wartawan ke Polresta karena menilai pemberitaan itu mencemarkan nama baik.

Ancaman itu disampaikan saat awak media mengonfirmasi dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam pengelolaan dana revitalisasi sekolah. Dengan nada mengancam, Riski menyatakan tidak akan tinggal diam.

“Mengenai berita anda saya akan segera laporkan ke Polresta. Karena ini pencemaran nama baik,” kata Riz melalui chat WhatsApp, pada Selasa malam (15/9/2026).

Ia kemudian menegaskan identitasnya sebagai orang yang merasa dirugikan dalam pemberitaan tersebut.

“Saya Tenaga Ahli (TA) nya ketua DPRD yang anda beritakan ini,” kata dia.

Dalam komunikasi itu, Riz juga mengaku sebagai dosen. Ia meminta wartawan mengangkat telepon atau menemui dirinya di Polresta.

“Angkat telpon saya atau kita ketemu di Polresta,” ujarnya.

Ancaman tersebut muncul di tengah penelusuran media atas pengelolaan Program Dana Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran 2026 yang bersumber dari APBN di Kota Bandar Lampung, yang diduga menjadi bancakan. Program yang seharusnya dikelola secara kolektif dan transparan itu diduga kuat dikondisikan oleh tim sukses partai yang berkuasa.

Sementara itu, kepala sekolah dari sekolah penerima bantuan Dana Revitalisasi hanya diberi uang tanda terima kasih. Selanjutnya, pekerjaan dilaksanakan oleh tim sukses dan kerabat Ketua DPRD Bandar Lampung.

Dari Rp1 miliar lebih Dana Revitalisasi yang diterima masing-masing sekolah, pihak sekolah hanya menerima sekitar Rp200 juta untuk merealisasikan kegiatan revitalisasi nonfisik. Sisanya dikelola para tim sukses, mulai dari mencari tukang hingga pekerjaan fisik dilaksanakan. Diantaranya pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas, pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga penataan lingkungan sekolah.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, mencuat nama seorang wanita inisial L, serta dua nama pria, Riz dan Har. L diketahui sebagai tim sukses Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Riz sebagai Tenaga Ahli, dan Har sebagai tim sukses Anggota DPR RI asal dapil Lampung, Ruby Chairani.

L, menurut informasi narasumber media, juga disebut membagi-bagi uang senilai Rp5 juta sampai puluhan juta, mengondisikan sekolah mana saja yang menerima program Dana Revitalisasi, hingga mencari pekerja untuk merevitalisasi sekolah.

Saat dikonfirmasi, L secara terang-terangan mengaku mencari sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan untuk direvitalisasi. Namun, saat ditanya kapasitas dirinya sebagai apa mencari sekolah-sekolah yang perlu bantuan, ia tidak bisa menjawab.

“Datang aja ke sekolahnya, lihat aja di plang nya, itu diswakelola sama pihak sekolah semua, tanya sama kepala sekolahnya langsung mbak, saya hanya cari sekolah yang butuh bantuan saja,” ungkap L, saat dikonfirmasi melalui ponsel, pada Selasa (15/9).

Penelusuran media menunjukkan sejumlah sekolah dasar di Bandar Lampung yang menerima bantuan Program Dana Revitalisasi dari APBN dikerjakan oleh tim sukses dan kerabat Ketua DPRD Kota Bandar Lampung.

Hingga berita ini ditayangkan, Ketua DPRD Bandar Lampung masih dalam konfirmasi media. Belum ada keterangan resmi terkait ancaman yang dilontarkan Riz maupun dugaan pengondisian program tersebut. (jim)

Pos terkait