BI Berharap dapat Bersinergi dengan Pemkab Lampura Dongkrak Perekonomian dan Pembangunan Daerah

 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandarlampung – Letak geografis Kabupaten Lampung Utara yang dilalui jalur lintas tengah Sumatera menjadikannya kabupaten yang strategis untuk pengembangan sektor ekonomi.

Bank Indonesia sebagai bank sentral negara diharapkan bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan berbagai programnya di Kabupaten Lampung Utara guna mendongkrak perekonomi dan pembangunan daerah.

“Posisi Lampung Utara salah satu yang strategis. Diharapkan Bank Indonesia bisa hadir untuk melaksanakan programnya di kabupaten Lampung Utara,” kata Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., saat audiensi dengan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung Bimo Epyanto beserta jajaran manajemen di kantornya, Jumat, 29 Mei 2026.

Turut mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara Dra. Intji Indriati, M.H., Kepala Bappeda Dewi Setyawati, S.P., M.SE., M.Sc., Kepala DPMPTSP Kabupaten Lampung Utara Fadli Achmad. Hadir juga, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Alex Kurniawan, Kepala Tim Sistem Pembayaran Dyah Etika, Manajer Umum Yunni Anggela, serta Plt. Manager Humas Binar Tyas.

Terlebih lagi, sambung Bupati, setiap Kecamatan di Kabupaten Lampung Utara memiliki Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan. Hanya saja sejauh ini masih terkendala pemasarannya.

Sebut saja, kerajinan kain sulam usus khas Lampung Utara yang merupakan salah satu produk lokal Lampung yang memiliki potensi untuk ke pasar domestik karena memang jarang ada di wilayah lain.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi seperti sektor ketahanan pangan, peningkatakan produk unggulan lokal, hingga pemberdayaan UMKM agar mampu bersaing di tingkat nasional.

“Lampung Utara masih belum ada UMKM unggulan yang terdata di Bank Indonesia, sehingga perlu dibangun produk unggulannya berdasarkan komoditas unggulan ataupun kerajinan tangan yang ada,” tandas Bimo. (*)

Pos terkait