Anwar Syarifuddin : Wacana Pemilu Dipercepat Tak Memiliki Dasar Kuat Seperti Tahun 1999

 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Menanggapi pernyataan Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Kompro 98, Anwar Syarifuddin, menyatakan bahwa kemungkinan pemilu dipercepat tidak ada unsur-unsur pendukung layaknya dilaksanakan Pemilu 99 lalu.

Menurutnya, saat ini tidak ada lonjakan dollar yang tinggi, harga sembako masih terkendali, pengungkapan kasus-kasus besar terus berjalan seperti korupsi, mafia tanah dan tambang.

“Tahun 98 mana ada pengungkapan kasus-kasus korupsi, sehingga membuat rakyat menjadi marah yang menuntut pergantian rezim dan segera dilaksanakannya pemilu ulang yang jurdil,” tegasnya kepada media ini.

Ditegaskannya lagi, ia menyatakan wacana pemilu dipercepat tidak memiliki dasar pendukung seperti tahun 1999, karena kondisi ekonomi stabil, harga kebutuhan pokok terkendali, serta penegakan hukum terhadap kasus korupsi, mafia tanah, dan tambang masih berjalan aktif tanpa adanya kemarahan masif rakyat akibat krisis multidimensional.

 

Perbedaan Kondisi Saat Ini dan Tahun 1998

Stabilitas Ekonomi

Tidak ada lonjakan nilai tukar dolar yang ekstrem seperti menjelang kejatuhan rezim Orde Baru.

Ketersediaan Pangan:

Harga sembako dinilai masih terpantau stabil dan terkendali.

Penegakan Hukum

Pengungkapan kasus besar terus berjalan transparan, berbeda dengan situasi mandeknya hukum pada akhir tahun 1998.

 

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengklarifikasi pernyataannya soal kemungkinan terjadinya percepatan pemilu sebelum 2029. Pernyataan itu yang disampaikan dalam sebuah pertemuan yang kini viral di media sosial.

Budi Arie menegaskan pernyataannya sebagaimana dikutip dalam  Liputan 6, hal tersebut merupakan analisis pribadi dan tidak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

 

Pos terkait