Anggota DPR RI Rycko Sebut Program Sosialisasi Pemilih, Penting Guna Tekan Politik Uang di Pemilu 

Anggota DPR RI Rycko Sebut Program Sosialisasi Pemilih, Penting Guna Tekan Politik Uang di Pemilu 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Metro — Anggota Komisi II DPR-RI Rycko Menoza Sjachroedin Zainal,berharap seluruh para pemangku kebijakan dapat membuat suatu peraturan guna meminimalisir money politik agar pemilu lebih baik lagi.

Hal tersebut diungkapkan Rycko Menoza saat bersama KPU RI melakukan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 di Kota Metro di ballroom Hotel Grand Skuntum Kota setempat, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, bahwasanya money politik atau popolitik uang adalah satu hal yang dapat merugikan karena memilih hanya berdasarkan apa yang diterima ataupun yang diberikan oleh yang akan di pilih.

Untuk itu ia mengatakan dengan sosialisasi ini sedikit demi sedikit di berikan pemahaman yang baik apa kerugian nya kalau asal milih orang berdasarkan apa yang di terima dan apa yang di berikan maka akan timbul masalah-masalah yang hadapi seperti orang tersebut merasa tidak mempunyai tanggung jawab moral karena dia sudah membeli suaranya.

Sementara itu, ia melanjutkan, Sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan ini adalah salah satu tema yang dirancang oleh KPU RI untuk langsung bertatap muka dengan calon pemilih.

“Dalam rangka bagaimana melalui kami kemitraan komisi 2 di DPR RI, iya tentu saya mempunyai kepentingan bagaimana dari daerah pemilihan saya dan hari ini saya melaksanakan di Metro minggu lalu di kabupaten Lampung Selatan ya untuk bagaimana kita bertatap muka untuk memberikan sesuai yang harapan tersebut,” paparnya.

Sementara itu menurut Rycko Kota Metro adalah termasuk Kota Metro di Provinsi Lampung hasil tertinggi bila mengacu data di pemilu 2024, dan dengan mata pilih yang tidak banyak ternyata tidak membuat politik di sini semakin tidak mahal.

“Maka dengan mata pilih yang tidak besar seperti kabupaten lainnya Metro dapat menularkan ke kabupaten lain untuk bagaimana pemilih ini dapat lebih aktif lagi dan lebih banyak yang hadir pada saat pemilu dan yang lebih penting lagi bagaimana hasil yang diperoleh di setiap pemilihan ini menghasilkan hal positif,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Ketua KPU Kota Metroz Erzal Syahreza Aswir, untuk memberantas atau meminimalisasi money politik KPU kota metro sudah mengklasifikasikan beberapa kelompok masyarakat seperti kelompok pemilih pemula, calon pemilih yang masih di SMA, kelompok marginal golongan ekonomi ekstrem, kelompok pendidikan rendah, kelompok kesukuan dan kelompok berdasarkan komunitas.

“Kita menyampaikan sosialisasi pendidikan pemilih kepada berbagai kelompok tersebut tentunya itu membutuhkan waktu. kami berharap dari kelompok tersebut yang diberikan sosialisasi dari pihak KPU bisa menyampaikan lagi kepada anggota keluarga, tetangga agar pesan-pesan bisa lebih tersampaikan,” jelasnya.

Ia berharap, pemilihan kedepan ini bisa lebih berkualitas bisa lebih berintegritas tidak hanya memandang calon tersebut berdasarkan apa yang dia berikan tetapi memandang bagaimana visi misi calon tersebut baik itu calon legislatif maupun eksekutif

“Karena bagi legislatif mereka-mereka yang mewakili aspirasi kita kalau memilih sembarangan aspirasi masyarakat tidak akan tersampaikan, mereka hanya lebih berfokus kepada aspirasi-aspirasi pribadi atau kelompoknya,” pungkasnya.(**)

Pos terkait