Anggaran Nyaris Rp400 Juta, Proyek Pagar TPU Pengajaran Dinilai Cuma Tambal Sulam
Bongkar Post, Bandar Lampung
Proyek rehabilitasi prasarana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pengajaran, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, menuai sorotan warga.
Pasalnya, pekerjaan pembangunan pagar yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut dinilai tidak menunjukkan perubahan berarti di lapangan.
Salah seorang warga sekitar, Iwan, mengaku tidak melihat perbedaan signifikan antara pagar lama dan pagar yang baru selesai dikerjakan. Menurutnya, pekerjaan tersebut hanya sebatas mengganti material lama tanpa peningkatan kualitas yang jelas.
“Kalau diperhatikan, tidak ada perubahan. Pagar yang lama dengan yang baru sama saja, tidak ada perbedaan signifikan,” ujar Iwan kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Ia menilai, pekerjaan yang dilakukan lebih menyerupai perbaikan ringan ketimbang rehabilitasi prasarana sebagaimana tercantum dalam dokumen proyek.
“Tinggi pagar hanya sedikit dinaikkan. Tiangnya juga cuma diperbesar sedikit dengan penambahan volume. Kesan yang muncul hanya pekerjaan tambal sulam,” jelasnya.
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan minimnya transparansi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Selama proses pembangunan, tidak ditemukan papan informasi proyek yang memuat nilai anggaran maupun sumber pendanaan.
“Selama pembangunan berlangsung, saya tidak pernah melihat plang proyek. Padahal itu penting agar masyarakat tahu anggarannya dari mana dan digunakan untuk apa,” tambah Iwan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Provinsi Lampung, Thomas Edwin, maupun Sekretaris Dinas PKPCK, Tony, belum memberikan keterangan meski telah dikonfirmasi awak media.
Berdasarkan penelusuran melalui Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Lampung, proyek rehabilitasi pagar TPU Pengajaran tercatat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Tahun 2025 pada Dinas PKPCK, dengan nilai kontrak mencapai Rp399,9 juta. Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Prabu Negara.
Dari hasil pantauan di lapangan, pekerjaan proyek kini telah rampung. Namun, perbandingan visual melalui citra Google Maps menunjukkan tidak banyak perbedaan mencolok antara kondisi pagar sebelum dan sesudah dilakukan rehabilitasi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas penggunaan anggaran serta pengawasan proyek. Warga berharap aparat pengawas internal maupun eksternal dapat menelusuri lebih jauh pelaksanaan proyek tersebut agar penggunaan uang negara benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.(Jim/*)







