Foto. Andi Arief (ist)
Bongkar Post, Bandar Lampung
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arif angkat bicara terkait maraknya kampanye negatif dan fitnah terhadap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di media sosial, khususnya di platform TikTok.
Ia menegaskan, tudingan yang menyebut SBY berada di balik isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo adalah tidak benar dan menyesatkan.
Menurut Andi Arif, dalam beberapa waktu terakhir beredar secara masif konten dari akun-akun anonim yang menggiring opini seolah-olah SBY terlibat atau bahkan berkolaborasi dengan pihak tertentu dalam isu tersebut.
“Beberapa waktu terakhir ini saya melihat di media sosial, terutama TikTok dan beberapa platform lain, terjadi fitnah yang sangat masif. Akun-akun anonim membuat narasi seolah-olah Bapak SBY berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi. Itu sama sekali tidak benar,” tegas Andi Arif dalam keterangannya, Jumat (2/1).
Ia menjelaskan, SBY saat ini justru sedang menikmati masa pensiunnya dengan berbagai aktivitas kreatif dan jauh dari hiruk-pikuk politik praktis.
“Pak SBY sekarang ini menikmati masa pensiun. Kegiatan beliau sehari-hari lebih banyak melukis, berkesenian, persiapan kegiatan sosial, berkunjung ke daerah—terutama di Pacitan. Politik praktis di partai juga sudah banyak dipimpin oleh Mas AHY,” ujarnya.
Andi Arif menepis keras tudingan bahwa SBY memiliki agenda politik tersembunyi dalam polemik ijazah Presiden Jokowi, termasuk narasi yang menyebut adanya kerja sama dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Tidak benar Pak SBY berada di balik isu ini, tidak benar pula disebut berkolaborasi dengan Ibu Megawati. Hubungan Pak SBY dengan Pak Jokowi selama ini baik-baik saja,” kata dia.
Ia mengakui, isu tersebut cukup mengganggu SBY karena menyangkut tuduhan yang tidak pernah dilakukan.

“Ini persoalan keadilan. Pak SBY tidak melakukan apa yang dituduhkan, tapi difitnah. Itu tentu mengganggu,” ucapnya.
Andi Arif pun meminta pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan penyebaran fitnah tersebut. Jika tidak diindahkan, Partai Demokrat membuka kemungkinan menempuh langkah hukum.
“Kami berharap fitnah-fitnah yang sudah tidak karuan ini dihentikan. Kalau tidak, ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum, dimulai dengan somasi dan terbuka peluang menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader Partai Demokrat untuk tetap solid menjaga marwah partai dan membela SBY sebagai pendiri sekaligus tokoh bangsa.
“Saya berpesan kepada seluruh kader Demokrat untuk tetap solid membela pemimpin kita yang dizalimi dan dipitnah. Kita tahu Pak SBY selalu mengajarkan politik yang bersih, politik yang tidak menyerang dan tidak memfitnah. Tapi kalau kita difitnah, kita harus melawan,” ujar Andi Arif.
Sebagai tindak lanjut, Andi Arif mengungkapkan bahwa Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Partai Demokrat telah melayangkan somasi kepada sejumlah pihak.
Diketahui, BHPP Demokrat secara resmi telah mengirimkan somasi kepada pemilik akun TikTok Sudiro Wi Budhius M Piliang serta tiga akun YouTube lainnya.
Dalam somasi tersebut, para terlapor diminta untuk mengklarifikasi, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media cetak dan elektronik, serta menghapus konten video yang dinilai bermuatan fitnah.
Langkah ini, kata Andi Arif, menjadi penegasan bahwa Partai Demokrat tidak akan tinggal diam terhadap upaya pembunuhan karakter terhadap SBY. (Red)







