Aktivitas Wisata Dibatasi Akibat Kebakaran, Wisatawan Tetap Bertahan Nikmati Bromo

Aktivitas Wisata Dibatasi Akibat Kebakaran, Wisatawan Tetap Bertahan Nikmati Bromo

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Probolinggo

Kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Bromo membuat sejumlah aktivitas wisatawan harus dibatasi. Salah satunya penggunaan jeep menuju sejumlah kawasan wisata di sekitar Bromo.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme wisatawan untuk menikmati keindahan Gunung Bromo bersama keluarga.

Salah seorang pengunjung, Rina, mengatakan dirinya bersama keluarga besar telah merencanakan perjalanan ke kawasan Bromo, termasuk turun menggunakan jeep untuk berfoto. Namun, rencana tersebut harus dibatalkan karena akses sementara ditutup akibat kebakaran.

“Di jadwal keluarga besar kita mau turun ke bawah, foto pakai jeep, tapi ternyata ditutup karena masih terjadi kebakaran. Tapi nggak apa-apa, kami juga sudah senang sampai di sini,” ujar Rina.

Rina mengaku tetap bersyukur dapat menikmati suasana Bromo meskipun tidak seluruh agenda wisata dapat dilakukan. Ia juga berharap kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut segera berhasil ditangani.

“Kita doakan semoga segera teratasi kebakaran di Bromo ini,” katanya.

Sementara itu, Tony Eka Cantera, salah seorang wisatawan yang datang bersama keluarga besarnya, mengatakan mereka telah mengetahui adanya pembatasan aktivitas di kawasan Bromo sebelum berangkat.

Menurut Tony, keluarga besarnya sengaja mencari alternatif tujuan wisata yang masih memungkinkan untuk dikunjungi setelah mengetahui kondisi kawasan Bromo.

“Kita sudah dapat informasi sebelumnya. Gunung Bromo ini kan masuk dari empat kabupaten, sehingga kami mencari dari kekuatan yang masih bisa kami tempuh. Sudah dua hari kami datang ke Bromo,” ungkapnya.

Tony menjelaskan, keluarganya semula berencana menuju kawasan Pasir Tengger. Namun, rencana tersebut kembali harus disesuaikan karena petugas tidak memperkenankan wisatawan turun ke sejumlah area yang masih terdampak kebakaran.

“Kami satu keluarga besar. Rencananya mau ke Pasir Tengger, tetapi petugas tidak memperkenankan karena masih terjadi kebakaran di Bromo,” ujarnya.

Meski terdapat pembatasan, Tony menyebut keluarganya tetap menikmati perjalanan dan tidak mempermasalahkan perubahan rencana tersebut. Keselamatan wisatawan dan proses pemadaman kebakaran menjadi hal utama yang perlu diperhatikan.

Para wisatawan juga berharap kebakaran di kawasan Bromo dapat segera dipadamkan sehingga aktivitas pariwisata kembali normal dan wisatawan dapat menikmati seluruh destinasi di kawasan tersebut dengan aman. (*)

Pos terkait