37 Pekan Menebar Kebaikan, Pemuda Terbanggi Besar Buktikan Berbagi Tak Perlu Menunggu Kaya

Jumat Berkah ke-37: Potret Kehangatan TNI AL, Polri, dan Warga di Jalinsum Terbanggi Besar

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, LAMPUNG TENGAH – Kebaikan yang dilakukan secara konsisten dapat mengubah cara pandang terhadap sebuah lingkungan. Pesan itulah yang terus digaungkan melalui kegiatan Jumat Berkah Pemuda Terbanggi Besar, yang pada Jumat (23/10/2026) telah memasuki pelaksanaan ke-37.

Berlangsung di kawasan Jalan Lintas Sumatra, Terbanggi Besar, kegiatan sosial tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap sesama melalui pembagian makanan kepada masyarakat, pejalan kaki, serta para pengguna jalan yang melintas.

Menariknya, gerakan sosial ini tidak hanya melibatkan masyarakat, tetapi juga mendapat dukungan dari sejumlah personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Polri yang turut berkontribusi sebagai donatur.

Mereka di antaranya Sertu Marinir Chandika Saftiawan, Aipda Rozy Jefran, serta Surya Marinir dan Nofri Marinir. Bersama masyarakat yang memiliki semangat kepedulian yang sama, mereka ikut menjadi bagian dari kegiatan yang terus dijaga keberlangsungannya tersebut.

Dukungan dari TNI AL dan Polres Lampung Tengah menjadi bagian penting dalam perjalanan kegiatan Jumat Berkah. Partisipasi para donatur turut membantu menjaga semangat berbagi agar terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Abdurrahman Wahid dari Pemuda Terbanggi Besar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Jumat Berkah hingga memasuki pelaksanaan ke-37.

“Kami dari Pemuda Terbanggi Besar mengucapkan terima kasih kepada TNI AL, khususnya Sertu Marinir Chandika Saftiawan, serta Aipda Rozy Jefran dan jajaran Polres Lampung Tengah yang telah ikut mendukung kegiatan Jumat Berkah ini. Terima kasih juga kepada Bapak Surya Maririr, Bapak Nofri, dan seluruh donatur serta masyarakat yang telah bersama-sama menjaga konsistensi kegiatan ini,” ujar Abdurrahman Wahid.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi penyemangat bagi Pemuda Terbanggi Besar untuk terus menjaga keberlangsungan kegiatan sosial tersebut.

“Alhamdulillah, pada Jumat, 23 Oktober 2026, kegiatan ini telah memasuki pelaksanaan ke-37. Harapan kami, semangat berbagi ini terus berlanjut. Kami ingin menunjukkan bahwa untuk berbuat baik tidak harus menunggu kaya. Selama ada niat dan kemauan untuk berbagi, insyaallah akan selalu ada jalan untuk membantu sesama,” tambahnya.

 

Dari Sebungkus Makanan, Tumbuh Semangat Kebersamaan

Di tengah kesibukan Jalan Lintas Sumatra yang dipadati berbagai aktivitas perjalanan, kegiatan Jumat Berkah menghadirkan suasana berbeda.

Makanan dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan sebagai bentuk perhatian kepada sesama. Tidak ada sekat antara aparat dan warga. Mereka berbaur dalam satu kegiatan dengan tujuan yang sama, yakni berbagi dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Konsistensi hingga 37 kali pelaksanaan menunjukkan bahwa gerakan sosial tidak selalu membutuhkan program besar untuk memberikan arti. Hal terpenting adalah kemauan untuk memulai, menjaga komitmen, dan melibatkan lebih banyak orang dalam menebarkan kebaikan.

Dari sebungkus makanan, tersimpan pesan kemanusiaan yang sederhana: membantu sesama tidak harus menunggu memiliki kekayaan berlimpah.

Kepedulian dapat dimulai dari hal kecil, selama dilakukan dengan ketulusan dan semangat kebersamaan.

Dukungan para donatur, termasuk dari unsur TNI AL dan Polres Lampung Tengah, juga memperlihatkan bahwa kegiatan sosial dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Kehadiran aparat dalam kegiatan semacam ini memberikan ruang interaksi yang lebih dekat dan humanis. Hubungan yang dibangun tidak hanya melalui pelaksanaan tugas masing-masing, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat.

 

Mengubah Persepsi Terbanggi Besar Melalui Kebaikan

Terbanggi Besar memiliki dinamika kehidupan masyarakat yang beragam. Di balik berbagai cerita masa lalu yang pernah melekat pada kawasan tersebut, terdapat sisi lain yang layak mendapat perhatian, yakni semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus tumbuh.

Jumat Berkah menjadi salah satu gambaran bagaimana masyarakat dapat menghadirkan cerita positif melalui aksi nyata.

Perubahan persepsi terhadap suatu daerah tidak selalu harus dimulai dengan pembangunan fisik atau program bernilai besar. Terkadang, perubahan justru tumbuh dari tindakan sederhana yang dilakukan secara berulang dan melibatkan banyak orang.

Ketika masyarakat memilih untuk saling membantu, ketika pemuda mengambil peran dalam kegiatan sosial, dan ketika aparat turut mendukung gerakan kemanusiaan, terbentuklah wajah lingkungan yang lebih ramah dan penuh kebersamaan.

 

Jumat Berkah ke-37 menjadi bagian dari cerita tersebut.

Terbanggi Besar tidak hanya tentang aktivitas di sepanjang jalan lintas atau beragam cerita yang pernah berkembang, tetapi juga tentang orang-orang yang memilih untuk berbagi, membantu sesama, dan menjaga semangat persaudaraan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi kelompok masyarakat lainnya untuk melakukan hal serupa. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan.

 

Apresiasi untuk Para Donatur dan Masyarakat

Perjalanan hingga pelaksanaan ke-37 tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial.

Abdurrahman Wahid kembali menegaskan bahwa apresiasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada para donatur, tetapi juga kepada seluruh masyarakat yang telah ikut menjaga semangat kebersamaan.

“Terima kasih kepada TNI AL, Polres Lampung Tengah, seluruh donatur, dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan Jumat Berkah Pemuda Terbanggi Besar. Semoga kebaikan ini terus berlanjut dan semakin banyak orang yang tergerak untuk berbagi,” ungkapnya.

Konsistensi selama 37 kali pelaksanaan diharapkan menjadi fondasi bagi gerakan kebaikan yang berkelanjutan. Bukan hanya tentang berapa banyak makanan yang dibagikan, melainkan juga tentang nilai kepedulian yang tumbuh dan menginspirasi orang lain.

Pada akhirnya, sebuah daerah tidak hanya dikenang dari cerita masa lalunya, tetapi juga dari tindakan nyata masyarakatnya dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Dari Terbanggi Besar, pesan itu terus disampaikan melalui Jumat Berkah:

Berbagi tidak harus menunggu kaya. Kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan memiliki arti lebih besar ketika dikerjakan bersama-sama. (Red)

Pos terkait