Foto. Nopri (doc)
Bongkar Post, Lampung Tengah
Puluhan perwakilan peternak dan kelompok peternak babi di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Biosecurity untuk mencegah penyebaran African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di gedung desa setempat tersebut mengusung tema “Cegah ASF, Lindungi Ternak Babi”. Bimtek ini bertujuan meningkatkan pemahaman peternak mengenai penerapan biosecurity guna menjaga kesehatan ternak dan meminimalkan risiko penyebaran penyakit.
Bimtek dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Ir. Lili Mawarti, M.Si., IPU, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Anwar Bahri beserta jajaran, anggota DPR RI Komisi IV Ketut Suwendra, tim kesehatan dari Kementerian Pertanian RI, perwakilan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Tengah, serta para peternak dan kelompok peternak babi.
Diketahui, Drh. I Ketut Suwendra, M.M. adalah anggota DPR RI dari Dapil Lampung II (meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Way Kanan, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji) dari Fraksi PDI Perjuangan.
Ia bertugas di Komisi IV DPR RI, yang membidangi sektor: Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan Pangan.
Distributor pakan ternak KSB Lampung yang menjadi mitra Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Materi bimbingan teknis disampaikan oleh anggota DPR RI dan tim Kementerian Pertanian RI. Kegiatan dimoderatori Anwar Bahri, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung.
Dalam materi yang disampaikan melalui banner kegiatan, penerapan biosecurity ditekankan sebagai langkah penting untuk melindungi peternakan dari ancaman penyakit. Upaya tersebut meliputi pembatasan lalu lintas orang dan kendaraan, penggunaan pakaian serta alas kaki khusus kandang, pembersihan dan disinfeksi peralatan, serta pemisahan babi yang sakit dan pelaporan segera kepada petugas terkait.
Penerapan langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kewaspadaan peternak terhadap ASF, penyakit yang dapat menimbulkan kerugian serius pada usaha peternakan babi.
Peserta bimtek tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi tanya jawab pada setiap materi yang disampaikan para narasumber. Interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi para peternak untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan biosecurity serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan ASF di lingkungan peternakan.
Melalui kegiatan ini, para peternak diharapkan semakin memahami pentingnya penerapan biosecurity secara konsisten, mulai dari akses masuk kandang hingga penanganan ternak yang menunjukkan gejala sakit.

Keterlibatan pemerintah, peternak, kelompok peternak, serta mitra usaha pakan diharapkan dapat mendukung penguatan kewaspadaan dan upaya pencegahan penyebaran ASF di wilayah Lampung Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Komisi IV Ketut Suwendra menggagas pembentukan organisasi peternak babi di Lampung Tengah sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi, pembinaan, dan pengembangan usaha peternakan.
“Usai bimtek ini, saya menggagas terbentuknya Asosiasi Peternak Babi Lampung Tengah sebagai wadah yang sah bagi para peternak. Untuk legalitasnya, mulai dari akta notaris hingga kelengkapan administrasi lainnya, menjadi tanggung jawab saya agar organisasi ini segera terbentuk dan dapat menjadi mitra pemerintah dalam memajukan peternakan babi di Lampung Tengah,” ujar Ketut Suwendra.
Gagasan tersebut disambut antusias oleh peserta yang berharap kehadiran asosiasi dapat memperkuat koordinasi antarpeternak, memperluas akses pembinaan, serta mendukung upaya pencegahan penyakit melalui penerapan biosecurity yang berkelanjutan. (Nop)






