Diduga Motif Dendam, Seorang Petani Tewas Dibunuh di Sungai Menang OKI

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"effects":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, OKI

Diduga dilatarbelakangi motif dendam pribadi, seorang petani Muhammad Sainuri alias Nangkili (33) tewas dibunuh di kawasan perusahaan perkebunan sawit di Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Jasad korban warga Desa Kayu labu, Kecamatan Pedamaran Timur itu ditemukan penuh luka bacok dan tusuk pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 17.50 WIB, usai dikejar oleh tiga orang.

Menurut Menurut saksi mata Randa Wijaya Kronologi kejadian, Selasa sore (18/11/2025) sekitar pukul 17 00 Wib, pelaku Ipo nemuin korban Muhammad Sainuri alias Nangkili dan saksi Randa Wijaya di kebun tempat mereka berdua bekerja (tanam sawit)yang tidak terlalu jauh dari tempat korban dan saksi tingal.

menurut saksi pelaku mau pinjam alat tato pelaku akan ambil ke pondok kebun/tempat tingal saksi dan korban tinggal.

Kemudian sekitar pukul 17:37 Wib pelaku Ipo datang ke lokasi/pondok korban Alih- alih menanyakan alat tato tapi justru menuduh saksi Randa Wijaya agar tidak bicara yang aneh-aneh terhadap istri pelaku dimana pelaku cemburu.

Sementara korban dan saksi sendiri belum pernah bertemu dengan istri pelaku,stelah itu tanpa bicara panjang lebar pelaku menampar korban,karna mendengar suara gaduh,Bambang Handoko/yaitu kakak Randa Wijaya dan korban lari dari arah dapur dengan membawa sebilah parang,dan pelaku pun lari kabur.

Hingga motor pelaku tertinggal di setelah itu Randa Wijaya menghubungi toke/bos pemilik kebun tempat meraka tingal, dan bersama bos membawa motor dan berniat melaporkan penganiayaan ke Polsek sungai menang, kabupaten OKI, Sumatra Selatan.

Dan setelah itu Bambang pergi mengisi minyak motor ke tempat orang tuanya yang tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian dan meninggalkan korban sendirian di luar dugaan pelaku Ipo kembali ke TKP dengan membawa dua rekan nya yaitu

Iker dan Latif,yang tidak lain adalah paman dan kakak pelaku.

Dimana ketiga kemudian secara bersama sama melakukan pengejaran dan pembacokan kepada korban.meski beberapa kali di lerai oleh beberapa orang yang melintas di lokasi.

Sementara itu Saat dikonfirmasi Kapolsek Sungai Menang, Iptu Agus Widodo membenarkan adanya peristiwa berdarah tersebut dan pihaknya kini tengah memburu para pelaku.

“Benar, setelah mendapat laporan, anggota langsung mendatangi lokasi, melakukan identifikasi dan evakuasi korban ke Puskesmas untuk divisum. Kami juga sudah memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti di lokasi,” ujarnya saat di temui awak media pada Rabu (19/11/2025) siang.

Menurutnya, berdasarkan dari hasil penyelidikan sementara dan keterangan saksi mata, insiden tersebut bermula dari aksi pengejaran yang dramatis.

Mengerikannya, dua dari tiga orang terlihat menenteng senjata jenis parang.

“Saksi melihat korban dikejar hingga masuk ke arah dalam kebun sawit. Tak lama berselang, para saksi mendengar teriakan kesakitan dari korban,” urainya.

Seusai melancarkan aksinya, ketiga pelaku terlihat keluar dari rimbunan kebun sawit.

Setelahnya mereka melarikan diri meninggalkan lokasi merampas sepeda motor milik penjaga portal.

“Melihat para pelaku kabur, saksi FD dan SB yang ketakutan segera bergegas meninggalkan lokasi dan mencari bantuan warga sekitar. Namun nahas, saat bantuan tiba, nyawa Nangkili tidak tertolong,” ungkapnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap identitas pasti ketiga pelaku.

Namun, berdasarkan data awal yang dihimpun penyidik, pembunuhan sadis ini diduga kuat tidak terkait perampokan, melainkan masalah dendam pribadi.

“Dugaan awal ada motif dendam salah satu pelaku terhadap korban. Namun, kami masih terus mendalami dan mengejar para pelaku guna mengungkap fakta sebenarnya,” pungkasnya. (Adi/ris)

Pos terkait