Surah an-Nas: Membebaskan Manusia dari Kemunafikan

 

 

Bacaan Lainnya

Surah an-Nas: Membebaskan Manusia dari Kemunafikan

Oleh: Arsiya Heni Puspita

(Jurnalis dan Penulis)

 

Surah ini dinamakan an-Nas artinya Manusia, yang diambil dari ayat pertama. Surah ini bersama surah al-Falaq dinamai surah al-Mu’awwidzatain. Nama tersebut dari kata kedua surah ini ‘A’udzu artinya aku berlindung.

Sehingga al-Mu’awwidzatain berarti dua surah yang menuntun pembacanya kepada tempat perlindungan. Ulama menamai surah ini surah al-Mu’awwidzah al-‘Ula (yang pertama) dan surah an-Nas dengan surah al-Mu’awwidzah ats-Tsaniyah (yang kedua).

Kedua surah ini juga dinamai surah al-Muqasyqisyatain berarti yang membebaskan manusia dari kemunafikan.

Sebab turunnya surah ini, kaum musyrikin Mekah berusaha mencederai Rasulullah dengan cara ‘ain (mata) yaitu pandangan mata yang merusak. Surah ini merupakan penangkalnya.

Surah ini merupakan surah ke-114 dalam al-Qur’an terdiri dari 6 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rasulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rasulullah belum hijrah ke Madinah.

Surah ini adalah surah yang ke-21 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Ia turun sesudah surah al-Falaq dan sebelum surah al-Ikhlash.

Tema utama tentang pengajaran untuk menyandarkan diri dan memohon perlindungan hanya kepada Allah swt dalam menghadapi aneka kejahatan.

“Allah telah menurunkan kepadaku ayat-ayat yang tidak ada bandingannya, Qul A’udzu bi Rabbi an-Nas dan Qul A’udzu bi Rabbi al-Falaq dst”. (HR. Muslim dan at-Tirmidzi melalui ‘Uqbah Ibn ‘Amir al-Juhani). Maksud tiada banding dalam hal meminta perlindungan. Demikian tafsir al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. an-Nas (Manusia) 114: 1 – 3, “Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia (1). Maha Raja manusia (2). Tuhan yang disembahan manusia (3)”.

Tafsir QS. an-Nas (Manusia) 114: 1 – 3, Katakanlah wahai Nabi Muhammad saw aku berlindung kepada Tuhan Pemelihara manusia. Maha Raja menguasai manusia, Tuhan yang disembahan dan dipatuhi oleh manusia suka atau tidak suka.

Rabb dalam arti kepemilikan dan kepemeliharan serta Pendidikan yang melahirkan pembelaan serta limpahan kasih sayang. Kata an-nas artinya kelompok manusia terulang dalam al-Qura’an sebanyak 241 kali.

Ia terambil dati kata an-nauws artinya gerak, juda dari kata unas berarti nampak. Kata an-nas terulang tiga kali dalam tiga ayat ini secara berturut-turut. Hal ini mengandung tiga pengertian yang berbeda.

Pertama, janin dan anak-anak kecil karena mereka memerlukan perlindungan. Kedua, orang-orang dewasa yang membutuhkan bimbingan serta penguasaan. Lalu, ketiga, orang-orang tua sudah sangat membutuhkan kedekatan dan kepatuhan kepada Allah swt. Pendapat lainnya, ketiganya mengandung makna yang sama menurut kaidah umum yaitu manusia secara keseluruhan.

Ya Robbanaa, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Kabulkanlah permohonan kami.

Maha Benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.

Pos terkait