Bongkar Post
Lampung Selatan, BP
Warga RT 05 Tanjung Laut Desa Fajar Baru Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan mengeluhkan sistem layanan penerangan listrik diwilayah mereka.
Pasalnya, lampu penerangan dirumah warga berkedap-kedip tak ubahnya seperti “lampu disco”, sering mati dan “jepret” saat menjelang sore dan malam hari.
Kondisi ini menurut Abek, salah seorang warga sekitar, sudah tiga tahun sejak ia menempati rumahnya.
Meski dirinya tidak menyebut secara rinci penyebab lemahnya arus listrik, Abek menduga jika tegangan arus listrik yang ditimbulkan karena tidak adanya gardu distribusi penampung arus listrik tegangan tinggi untuk kemudian disalurkan kerumah-rumah warga. “Dan mungkin saja ini salah satu penyebab listrik kami sering mati idup,” kata dia.
Hasan, yang juga merupakan tetangga Abek, menyampikan hal serupa.

Tentang listrik ini kata dia, sudah pernah disampaikan ke petugas PLN. “Kenapa lampu kami sering mati?.
Namun, justeru petugas beralasan jika kabel sambungan menuju kerumah-rumah harus diganti, karena terlalu kecil tidak kuat menampung daya,” kata dia, menirukan ucapan petugas PLN.
Pada sisi lain Hasan juga menjelaskan, keanehan mengapa, listrik yang mendapatkan subsidi dari pemerintah justeru mengalami hal seperti ini. “Mati idup-mati idup lampunya, tidak seperti listrik non sumbsidi yang terang benderang,” katanya.
Selain itu, akibat listrik seringkali mati-idup mati-idup ini kerap kali mengakibatkan sejumlah peralatan eletronik tidak berfungsi dan mengalami kerusakan. “Seperti TV, Kulkas dan lain-lain,” pungkasnya.
Menurut sumber lain, yang juga dihimpun Bongkar Post, bahwa kondisi lampu yang tak ubahnya seperti “lampu disko” ini juga sudah dilami oleh pengguna Masjid dan Mushola disekitaran RT 05 Tanjung Laut.
Bahkan, dari informasi yang didapat, saat warga hendak mengumandangkan adzan sholat tak jarang suaranya tersendat-sendat, tidak lantang sebagaimana suara adzan dilantunkan pada masjid-masjid lain sekitar RT 05 Tanjung Laut Desa Fajar Baru tersebut.
Menanggapi keluhan warga ini, Budi selaku Kepala Desa Fajar Baru mengaku belum mendapatkan laporan dari warga dan kepala dusun RT 05. “Maaf bang, untuk soal itu saya belum dapat laporan, baik dari warga atau Kadusnnya,” jawab Budi dikonfirmasi, Senin (1/5/2023) petang.
Diketahui, bagi pelanggan berkode kilometer 17150 berada di bawah lanyanan ULP Sutami, kilometer 17120 ULP Wayhalim dan kilometer 17110 berada di bawah pengawasan suvervisor teknis wilayah Natar.
Dikonfirmasi terpisah, Desgar selaku manager PLN ULP Wayhalim dikonfirmasi, semalam mengatakan siap membantu keluhan warga tersebut. “Coba kirim dulu hasil kode 41 enter pada token masing-masing pelanggan untuk kemudian saya pelajari dulu masuk ke wilayah ULP mana pelanggan yang dimaksud. Masuk kekami atau Natar,” kata Desgar menjawab konfirmasi.
Desgar juga berjanji jika pelanggan masuk wilayah kerjanya, akan cek lapangan dan turun langsung ke lokasi.
Terkait keluhan warga RT 05 Tanjung Laut ini lanju dia, meminta agar warga melaporkan secara resmi kepihak RT atau Kadus diwilayah setempat. “Agar kemudian coba dibantu kordinasi,” pungkasnya. (zul)







