Bongkar post.co.id
Bandar Lampung,
Hari ini, Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi mengeluarkan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 2 Tahun 2025 yang menetapkan harga beli ubi kayu petani oleh industri sebesar Rp1.350 per kilogram.
Keputusan ini dikeluarkan sebagai respon atas tuntutan ratusan petani yang tergabung dalam Aliansi Peduli Petani Singkong Lampung, yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Lampung, Senin, 5/5/2025.
Instruksi Gubernur ini hadir setelah melalui serangkaian pertemuan, termasuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Tim Pansus DPRD Provinsi Lampung, perwakilan perusahaan tapioka, serta petani pada 25 April 2025.
Keputusan tersebut juga memperhatikan surat dari Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI yang mengonfirmasi kesepakatan harga ubi kayu.
“Keputusan ini sebagai bentuk tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dibahas bersama. Harga Rp1.350 per kilogram ini sudah disepakati dengan potongan maksimal 30%, tanpa memperhitungkan kadar pati. Ini sebagai solusi sementara sambil menunggu keputusan lebih lanjut terkait larangan ekspor (lartas),” ungkap Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, usai menerima perwakilan pengunjuk rasa.
Pemerintah Provinsi Lampung juga mengimbau agar keputusan ini diikuti oleh seluruh bupati, wali kota, dan perusahaan industri tapioka di wilayah Lampung.
Instruksi ini berlaku mulai hari ini dan diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap para petani yang selama ini menghadapi harga yang sangat rendah.
Gubernur Mirza juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini akan memberikan sedikit ‘angin segar’ bagi petani.
“Kami berharap harga ini dapat bertahan dan ada perbaikan lebih lanjut di masa depan. Lampung adalah penghasil singkong terbaik di Indonesia, sehingga kami yakin harga-harga ini akan terus membaik,” katanya.
Sementara itu, Mardoni, koordinator lapangan aksi, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat pemerintah, namun ia menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal implementasi instruksi tersebut.
“Kami menyambut baik instruksi pak gubernur ini, tetapi kami juga mengingatkan agar ini dijalankan dengan konsisten. Kami mengharapkan harga yang lebih baik ke depan, dan berharap semua pihak mendukung para petani dalam mendapatkan harga yang pantas,” ujar Mardoni.
Sebelumnya, aksi damai yang diikuti oleh ratusan petani singkong dan mahasiswa tersebut sempat ricuh saat massa mencoba memasuki area kantor Gubernur.
Meskipun begitu, aparat keamanan segera mengambil langkah untuk meredakan ketegangan, dan beberapa demonstran yang sempat ditangkap akhirnya dibebaskan.
Meski ada insiden tersebut, para petani tetap berharap agar harga ubi kayu dapat terus membaik setelah diterapkannya kebijakan baru ini.
Sebagian besar petani menilai langkah pemerintah ini sebagai langkah positif, namun mereka tetap akan mengawasi. implementasinya secara ketat.(Jim)







