Tradisi Suroan Dusun IV Pekon Kerta, Jaranan Jadi Sarana Edukasi
Bongkar Post, Tanggamus — Semangat pelestarian budaya lokal di tunjukan melalui pertunjukan sanggar seni tari jaranan “Putro Budoyo” yang rutin di selenggarakan oleh masyarakat Pekon kerta, kecamatan kota agung timur,di setiap bulan Muharam.
Grebeg suro merupakan tradisi yang telah lama di kenal oleh masyarakat jawa, sebagai momentum menyambut datangnya bulan suro atau Muharam.dalam kesempatan ini, tradisi tersebut di padukan dengan pertunjukan Jaranan atau yang lebih di kenal “Kuda Kepang oleh masyarakat Tanggamus khususnya, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai nilai budaya yang di wariskan oleh para leluhur.
“Jaranan atau kuda kepang yang merupakan seni pertunjukan rakyat, yang memadukan unsur tari,musik tradisional dan simbol simbol kehidupan masyarakat Jawa khususnya.
Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, menanamkan nilai gotong royong, serta mempererat identitas budaya daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung di dusun IV Pekon kerta,yang juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, agar lebih mengenal kekayaan budaya daerahnya. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat di ajak untuk memahami bahwa pelestarian budaya ini bukan hanya tanggung jawab seniman saja, melainkan seluruh elemen masyarakat.
Hadir dalam acara tersebut,unsur pemerintahan Pekon kerta, pemuka agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para sesepuh tua kampung dari beberapa Pekon sekitarnya,kamis 2-7-2026.
“Yono, yang lebih di kenal” Kang Yon” sebagai pimpinan sanggar seni tari jaranan “Putro Budoyo” di konfirmasi di sela sela acara tersebut mengatakan kepada “Bongkar post ” iya.. acara seperti ini memang rutin setiap tahunnya kita lakukan, setiap Bulan suro atau bulan Muharam, acara ini terlaksana berkat kerja sama masyarakat secara gotong royong.
Lebih lanjut,” Yono memaparkan sebelum acara tersebut berlangsung,terlebih dahu kami dan masyarakat bersih bersih kampung, ziarah kubur ke makam leluhur kami dan berdo,a agar terhindar dari segala marabahaya jelasnya.
Hadir dalam acara tersebut,unsur pemerintahan Pekon kerta,pemuka agama,tokoh adat dan sesepuh dari beberapa Pekon sekitarnya.(Buyung)







