TNI dan Warga Pasang Seling Jembatan Gantung Perintis Garuda, Hubungkan Dua Desa Terisolir di Lampung Utara

TNI dan Warga Pasang Seling Jembatan Gantung Perintis Garuda, Hubungkan Dua Desa Terisolir di Lampung Utara

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, LAMPUNG UTARA — Semangat gotong royong membahana di tepian Sungai Way Arum. Puluhan personel TNI dari Koramil 412-07/ABB bersama prajurit Brigif TP/Sai Bhumi dan masyarakat setempat bahu-membahu melaksanakan pemasangan tali seling baja pembangunan Jembatan Perintis Garuda Desa Pekurun Kec. Abung Pekurun Kab. Lampung Utara, Jum’at (12/06/2026).

Sejak pukul 08.00 WIB, mereka berkonsentrasi penuh melakukan pengerjaan fisik berupa penarikan dan pembentangan tali seling baja utama yang akan menjadi tempat bergantungnya kontruksi penahan beban lantai dan sebagai penopang mobilitas warga yang akan berlalu lalang di atas Jembatan.

Bagi warga 2 desa, Pembangunan jembatan gantung ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan oleh warga Desa Pekurun (khususnya Dusun 03 RT 05 Lubuk Lasak) dan Desa Aji Kagungan. Selama ini, bentangan Sungai Way Arum selebar 48 meter seringkali menjadi pembatas fisik yang menyulitkan aktivitas harian warga.

Kondisinya kian memprihatinkan saat musim penghujan tiba, kedalaman air sungai yang biasanya hanya 1 meter bisa melonjak drastis hingga ketinggian 6 meter akibat banjir dan arus yang sangat deras, kini, akses itu perlahan mulai membuahkan hasil.

Melalui Program Jembatan Perintis Garuda yang diinisiasi langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Kini, Jembatan yang dinantikan itu, masih dalam babak kontruksi esensial, yaitu pembentangan dan pemasangan tali seling besi baja.

Komandan Koramil 412-07/ABB, Kapten Inf Sugiono, yang memimpin langsung jalannya kontruksi di lapangan, menyampaikan bahwa proses penarikan seling baja dari titik tepi dekat ke titik tepi jauh ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi serta memperhitungan faktor keamanan yang matang.

“Medan di lapangan cukup menantang, namun dengan sinergi yang solid antara Babinsa, Brigif, serta dibantu langsung oleh warga masyarakat dari kedua desa, tahapan pembentangan seling ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” jelas Kapten Inf Sugiono di lokasi kegiatan.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda dengan panjang total mencapai 60 meter dan lebar 1,4 meter ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata. Bagi sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) atau mencakup lebih dari 1.200 jiwa di kawasan tersebut, jembatan gantung ini merupakan harapan baru bagi peningkatan taraf hidup warga. Sebab, kawasan ini merupakan jalur utama bagi masyarakat untuk mendistribusikan hasil bumi dan komoditas pertanian keluar wilayah.

Selain itu, jembatan ini juga menjadi jalur paling dekat dan aman bagi anak-anak sekolah menuju sarana pendidikan, serta akses vital bagi aparatur desa yang bertempat tinggal di daerah terpencil seperti Dusun Ngantong. Sebelum jembatan ini dibangun, warga terpaksa memutar arah dengan jarak tempuh yang jauh lebih lama atau nekat bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi menjual hasil panen dan mendapatkan pelayanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan fisik pembentangan dan pemasangan tali seling baja jembatan terus dikebut bersama secara bergotong royong. Kolaborasi tanpa sekat antara TNI dan rakyat di pelosok Lampung Utara ini kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI bersama rakyat tiada duanya, mampu menghadirkan solusi konkret bagi percepatan pembangunan wujud kesejahteraan bagi daerah-daerah pedalaman. (Anton)

Pos terkait