Tidurkah Disdik Purwakarta? SDN 1 Ciracas Tanpa P3K, Dana Bos Diduga Jadi Bancakan
Purwakarta, bongkarpost.co.id – Skandal memalukan kembali mencoreng wajah pendidikan di Kabupaten Purwakarta. SDN 1 Ciracas, Kecamatan Kiarapedes, terbukti tidak memiliki kotak P3K dan ruang UKS yang layak. Fasilitas paling murah dan paling vital untuk nyawa siswa pun tidak ada.
Ironisnya, sekolah ini setiap tahun menelan Dana BOS. Namun untuk membeli kotak P3K diduga tidak mampu. Atau tidak mau?
Lebih memalukan lagi, saat dikonfirmasi awak media soal anggaran UKS dan P3K di RKAS, guru setempat justru ngeles dengan alasan konyol “Data Keriset”. Alasan yang melecehkan logika dan menunjukkan amburadulnya manajemen administrasi.
Menanggapi hal ini, Ketua LSM Barak Indonesia Kabupaten Purwakarta, Mahesa Jenar, meledak dan menyebut ini sebagai tamparan keras bagi Dinas Pendidikan Purwakarta.
“Ini bukan sekadar lalai, ini pembiaran yang sangat berbahaya! Ini mempermalukan Purwakarta! Bagaimana Disdik bisa kecolongan seperti ini? Dimana fungsi pengawasan Korwil Kiarapedes dan Disdik? Masa sekolah sekian tahun berjalan tanpa P3K tidak ketahuan? Atau pura-pura tidak tahu?” kecam Mahesa dengan nada tinggi. Sabtu (03/10/2026).
“Alasan data keriset itu alasan paling bodoh yang pernah saya dengar. Kalau RKAS yang jadi dokumen pertanggungjawaban uang negara saja bisa hilang, bagaimana dengan laporan penggunaan uangnya? Ini patut dicurigai ada sesuatu yang ditutupi!”
“Permendikbud No. 24/2007 jelas mewajibkan SD punya UKS dan P3K. Kalau ini tidak ada, akreditasi sekolah itu harusnya dipertanyakan! Jangan-jangan selama ini pengawasan Disdik hanya di atas kertas, hanya formalitas laporan foto-foto saja!”
Mahesa menegaskan, kasus ini tidak bisa dibiarkan. Jika Dinas Pendidikan Purwakarta masih bungkam dan tutup mata, maka publik patut menduga ada pembiaran sistemik.
“Jangan tunggu anak orang jatuh, kepalanya bocor, baru kalian sibuk rapat. Keselamatan anak tidak bisa menunggu data tidak kereset! Kami minta Disdik Purwakarta buka mata, buka telinga. Jelaskan ke publik, kemana saja uang BOS itu?” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SDN 1 Ciracas dan Dinas Pendidikan Purwakarta kompak bungkam. Tidak ada satu pun klarifikasi yang diberikan.
Kasus ini menjadi ujian nyata bagi Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, apakah berani bertindak atau memilih bungkam. (Maman)






