SMAN 3 Kotabumi Usung Program “Kembali ke Masjid” Demi Wujudkan Generasi Emas 2045
Bongkar Post, Lampung Utara
SMA Negeri 3 Kotabumi menghadirkan terobosan dalam pembinaan karakter peserta didik melalui program pembinaan mental dan rohani bagi siswa bermasalah. Sebanyak 29 siswa mengikuti program tersebut yang dilaksanakan secara bertahap dalam tiga gelombang dengan melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK), Guru Pendidikan Agama Islam, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Program ini dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas Kotabumi dan dipandu langsung oleh Ustadz Irfan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa melalui pendekatan spiritual. Selama mengikuti pembinaan, para siswa menjalani rangkaian ibadah, pembinaan akhlak, motivasi, introspeksi diri, hingga i’tikaf selama tiga hari sebagai bekal untuk memperbaiki sikap dan perilaku di lingkungan sekolah.
Program ini disebut mendapat perhatian khusus dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang dinilai sejalan dengan upaya memperkuat pendidikan karakter di Provinsi Lampung. Jika di Jawa Barat dikenal program pembinaan siswa bermasalah melalui pendidikan di barak, maka di Lampung pendekatan yang dikedepankan adalah “siswa bermasalah kembali ke masjid” melalui kegiatan i’tikaf dan pembinaan keagamaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 3 Kotabumi, Bambang Nofriyadi, mengatakan pembinaan karakter menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
“Siswa SMA merupakan tulang punggung utama dan motor penggerak dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, pembinaan mental, spiritual, dan akhlak menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan,” ujarnya.
Menurut kak Abeng sapaan akrabnya sekolah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga berkomitmen membentuk peserta didik yang memiliki karakter kuat, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Program pembinaan ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi siswa yang mengalami permasalahan kedisiplinan sehingga dapat kembali mengikuti proses pendidikan dengan sikap yang lebih baik.
“Melalui sinergi antara pihak sekolah, guru BK, guru agama, wali murid, serta tokoh agama, SMAN 3 Kotabumi berharap program tersebut dapat menjadi model pembinaan karakter yang efektif dan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik,” pungkasnya.
Program ini juga memperkuat komitmen SMAN 3 Kotabumi sebagai sekolah yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun generasi muda yang berkarakter, religius, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)







