TABLIGH AKBAR – Tabligh Akbar Indonesia Berdoa dan Ijtima Ulama Dunia 2025 di Kotabaru, Lampung. | dok/Muzzamil
BANDARLAMPUNG, BONGKARPOST.CO.ID — Memasuki H-1 pada Kamis (27/11/2025), Bongkar Post ajak pembaca jelajahi serba serbi jelang gelaran keagamaan kolosal Tabligh Akbar Indonesia Berdoa dan Ijtima Ulama Dunia 2025 yang bakal dihelat di Masjid Al Hijrah Kotabaru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Jumat-Ahad, 28-30 November 2025 mendatang.
Kita selancari lima: persiapan, pengamanan, solidaritas, efek domino, dan pascakegiatan.
PERSIAPAN
Fase ini, merujuk keterangan Humas Panitia, Dr Firmansyah Yunialfi Alfian dalam pelbagai kesempatan, serta hasil penelusuran serta verifikasi informasi lapangan, seluruh aspek persiapan dari kepanitiaan, kepesertaan, tempat dan fiksisasi jadwal pun rundown kegiatan, pun bahkan skenario force majeur telah tersentuh wilayah kerja penanganan.
Buya, sapaan karib Firmansyah, pengusaha, eks politisi legislator dan dua periode rektor IIB Darmajaya Lampung, selain menjabat Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Indonesia (APTISI) Lampung, tercatat selain Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Lampung, juga Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Lampung ini juga termonitor terus mengafirmasi pemastian demi pemastian kesiapan lapangan hingga 100 persen siap.
Panitia, selain standby juga on call. Peserta, selain sedikitnya 250 ribu hingga 350 ribu jemaah mulai menyesaki lokasi. Ini baru yang berasal dari Sabang hingga Merauke, Tanah Rencong hingga Ternate.
Misal ulama Aceh, Hadratji Maulana Saad Shab Damat, juga telah tiba di lokasi.
Tak kalah menarik, jemaah “nyentrik” juga ada. Misal jemaah Bikers Subuhan Majalaya, Jawa Barat. Sakti eks personel band Sheila on 7 juga ada.
Belum lagi sedikitnya 5 hingga 6 ribu jemaah manca diperkirakan total bakal hadir hingga H-1 dari 45 negara. Dari, semula 84 negara, nun sisanya batal hadir lantaran terkendala urusan administrasi keberangkatan dan visa.
Dengan jumlah kehadiran jemaah terbanyak sementara ini berasal dari jiran: Malaysia, kemudian lainnya yang telah dan bakal terus menyemut hadir dari Amerika Serikat, Arab Saudi, Australia, Bangladesh, Filipina, India, Kanada, Maroko, Mesir, Pakistan, Prancis, Sudan, Thailand, Tunisia, Uganda, serta lainnya.
Tempat, seperti diketahui berlokasi di area megaproyek mangkrak calon lokasi ibu kota pusat pemerintahan Provinsi Lampung sejak 2010 silam, dengan dua versi luasan lahan rencana pembangunan Kawasan Kotabaru Lampung: satu 1.308 hektar (sesuai data perencanaan dan masterplan termaktub SK Gubernur Lampung G/36/B.XI/HK/2016 era M. Ridho Ficardo), lain ada menyebut total 1.580 hektar (data Kartu Inventaris Barang Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2022).
Makanya di sana ada bangunan mangkrak calon gedung kantor gubernur dan DPRD Provinsi Lampung. Untuk Masjid Al Hijrah, sentra induk kegiatan, bakal diperuntukkan bagi segenap ulama dunia. Bangunan calon gedung kantor gubernur diperuntukkan bagi ribuan tetamu manca, dan bangunan calon kantor DPRD Provinsi diperuntukkan bagi tetamu ulama Tanah Air.
Ratusan ribu jemaah lainnya bakal memadati lokasi penempatan dari sekitar 50 hektare area digunakan, membaur satu sama lain dibawah tenda-tenda iktikaf. Masing-masing tenda diberi sekat bertulis nama daerah asal.
Dengan modal tanya dua kata “dari mana”, pewarta bertemu banyak sekali sampai letih sendiri. Jawaban mereka ada yang dengan khas cengkok dialek bahasa ibunya. Ada dari Langsa, Dumai, Manna, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Tuban, Bojonegoro, Magetan, Mataram dan sebagainya. Mengesankannya, setiap yang tersapa pasti selalu senyum.
Sekadar informasi, jemaah disebut juga Jemaah Tabligh ini: lahir di India, dirian Syekh Muhammad Ilyas al-Kandahlawi pada 1923 silam, bermarkas di Nizamuddin, New Delhi. Hingga kini, populasinya diperkirakan mencapai 80 juta jiwa di 150 lebih negara.
Per historis, sepeninggal Syekh Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi (1887–1948), estafet kepemimpinan Amir (Hadratji) kedua dilanjut Syekh Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi (1917–1965) sang putra. Lalu diteruskan Amir/Hadratji ketiga, Syekh In’amul Hasan (1917–1965) yang bentuk syura beranggota 10 orang. Setengah abad berlalu, tercatat muncul benih konflik circa 23 Agustus 2015.
Karkhas jemaah, gunakan masjid sebagai sentra kegiatan dakwah, bentuk aktivitas meliputi bayan (penjelasan), ta’lim wa ta’alum (belajar mengajar), jaulah (keluar untuk berdakwah), khuruj fi sabilillah (keluar di jalan Allah, pilar keenam ushul al-sittah), kemudian silaturahim, dan mengamalkan enam sifat sahabat Rasulullah.
Jika kejadian, bakal dihadiri sedikitnya 1 juta jemaah, maka Ijtima Lampung 2025 bakal pecah rekor menyamai Ijtima India, Inggris, Pakistan, sebelumnya.
Lantas bagaimana dengan urusan logistik? Panitia telah persiapkan 3.500 unit mandi cuci kakus (MCK) siaga air, serta sedikitnya 200 unit dapur umum siaga.
Urusan transportasi? Jangan ditanya, satu sama lain jemaah acapkali berlaku selain sebagai Google Maps, juga sebagai ATM bersama. Jemaah asal Nusantara berangkat ada yang rombongan naik bus carteran, pun ada yang naik pesawat.
Bagi awam serasa musykil, bagi mereka, harta dunia senyatanya Allah jua titipkan.
Mereka dikenal swadiri urusan ongkos, tahu-tahu nyampe, tahu-tahu lagi khusyuk tafakur, tahu-tahu pamit pulang, dan sedu-sedan: Fi ammanillah. Masyaallah.
Humas Panitia, Dr Firmansyah YA, yang juga salah satu tokoh penggerak pergerakan solidaritas Indonesia terhadap Palestina ini takzim, mengajak segenap kaum muslimin Lampung untuk turut membersamai hadir.
Ini dia bilang, merupakan “momen untuk berdoa, memohon keberkahan bersama.”
PENGAMANAN
Terpantau cukup lumayan ketat namun sigap untuk urusan pengamanan hajat sekelas ini, pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam hal ini Polri Daerah (Polda) Lampung juga tidak mau kecolongan.
Sebagaimana data terhimpun, pihak Polda Lampung menyiap-menyiagakan sedikitnya 1.088 personel pengamanan.
Terdiri dari 981 personel dari rayonisasi Polri Resort Kota (Polresta) Bandarlampung, Polri Resort (Polres) Pesawaran, dan Satuan Brigade Mobile (Brimob) Polda Lampung.
Guna membersamai unit yurisdiksi terdekat di wilayah hukum Polda Lampung pengampu teknis koordinasi pengamanan teknis utama gelaran ini: Polres Lampung Selatan dengan sedikitnya 107 personel inti, terdiri dari unsur Satuan Tugas (Satgas) Deteksi, Preemtif, Preventif, Kamseltibcarlantas (Keamanan Keselamatan Ketertiban Kelancaran Lalu Lintas); dan Satgas Pendukung.
Prajurit korps baju cokelat ini disiagakan di titik vital pusat kegiatan mulai dari pintu masuk, jalur evakuasi, area parkir lokasi, dan simpul keramaian, serta titik kedatangan utama jemaah luar daerah yakni Bandara Radin Inten II Branti Raya Kecamatan Natar, dan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan.
Sebagaimana terpantau, setiap personel prajurit juga sekaligus menjadi bagian key person sentra informasi teknis jemaah. Para personel dengan ramah dan sabar turut serta memberikan informasi sekecil apapun diminta jemaah terutama asal luar Lampung.
Sebagai gambaran kesiapsiagaan Polri ini, pewarta ilustrasikan persiapan pengamanan sepekan sebelumnya, dengan mencuplik prakondisi terakhir Polres Lampung Selatan.
Kapolres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Toni Kasmiri, memimpin langsung jalannyaTactical Floor Game (TFG) Persiapan Pengamanan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa dan Ijtima Ulama Dunia 2025, di Aula Raden Intan Markas Polres setempat di Kalianda, Sabtu (22/11/2025).
Kapolres Toni didampingi oleh Wakapolres Komisaris Polisi (Kompol) Made Silpa Yudiawan, memandu pemaparan pola pengamanan, cara bertindak, dan pembagian tugas seluruh personel terlibat.
Hadir lengkap khusyuk menyimak, Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kompol Deprison, dan Kepala Bagian Perencanaan (Kabag Ren) Kompol Abkoriyah.
Juga, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) AKP Indik Rusmono, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) AKP I Made Agus Dwi Dayana, Kepala Satuan (Kasat) Samapta AKP Agus Heri Thama Linto, Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) AKP Aprizal, Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) AKP Justin Aprian, serta perwira Polres lainnya.
Kapolres Toni Kasmiri bilang, pengamanan kegiatan tematik skala besar ini menuntut kesiapan menyeluruh, termasuk antisipasi berikut pemetaan situasi darurat dan juga kelancaran arus mobilitas jamaah hadirin.
Dia mengintensi sejumlah detail poin, dari pendataan jumlah jamaah, kesiapan pos pelayanan terpadu, keterlibatan personel Polres setempat dan Polda Lampung, hingga koordinasi lintas instansi.
Dia juga menginstruksikan pembuatan surat resmi ke Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (Damkarmat), dan rumah sakit-rumah sakit terdekat lokasi, semata-mata memastikan kesiapsiagaan medis serta antisipasi bahaya kebakaran.
Diapun meminta penyiapan jalur evakuasi banjir dan escape route (jalur penghubung utama proses evakuasi) menuju rumah sakit, penyediaan satu unit penjinak bom (Jibom), pembentukan posko taktis Brimob di Jalur Purwodadi (Gudang Pangan), dan juga penyediaan lampiran data safe house (rumah aman) guna kepentingan kontinjensi.
Seturut, Kabag Ops Polres, Kompol Deprison menambahkan TFG bukan hanya sekadar latihan di atas maket, tetapi penting sebagai sarana penyamaan persepsi para personel.
“TFG bukan hanya latihan di atas maket, tetapi cara kita memastikan setiap personel tahu apa yang harus dilakukan dalam skenario apa pun. Harapan kami, seluruh rangkaian kegiatan Ijtima Ulama dapat berlangsung aman, tertib, beri kenyamanan bagi para jemaah yang datang dari berbagai penjuru daerah dan mancanegara,” ujar dia.
Kabap Ops Deprison berkata, pengamanan berskala besar membutuhkan sinergi antar satuan dan koordinasi lintas sektor. “Kami ingin memastikan semua potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak awal. Prinsipnya, lebih baik siap sebelum kejadian daripada terlambat. Ini jadi komitmen kami,” kata dia.
Alhasil, Kapolres pun tersenyum bangga jajaran komandonya yang hadir, dinyatakan memahami arahan, pola pengamanan, dan command by order yang dia sampaikan.
Dengan genap persiapan ini Polres Lampung Selatan menarget kegiatan Ijtima Ulama Dunia 2025, seluruh rangkaiannya dapat berlangsung aman, kondusif, terkelola baik.
Polres setempat satu agregat, ingin turut andil menunjukkan keramahan dan kesiapan infrastruktur daerah, serta menjadi bagian dari upaya tuan rumah dalam memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh jemaah hadirin selama berada di Lampung Selatan.
Pemandangan lain sinergi dukungan, juga ditunjukkan Polda Lampung antara lain dengan menyiagakan mobil angkut prajurit Satbrimobda Lampung sebagai armada tambahan pengangkut jemaah yang baru tiba di titik tertentu seperti Masjid Airan untuk diangkut dipermudah tiba di lokasi.
Selanjutnya lebih dari itu, atmosfer sejuk terpancar aura dari segenap peserta, juga bakal turut dipendar bingkai koordinasi pengamanan terpadu lintas kesatuan.
Dari sas-sus beredar, selain Polda Lampung, pihak TNI trimatra di Lampung juga bakal lakukan back up. Berikut lain misal Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Kota Bandarlampung, dan Kabupaten Lampung Selatan.
SOLIDARITAS
Sebagai penafian (disclaimer), demi agar tidak justru menjadi bias informasi, pewarta mengkhususkan atau dalam bahasa bayi, ‘sempitkan’ cakupan bahasan solidaritas ini: dukungan moril materiil, serta asistensi dan atau fasilitasi teknis multipihak terkait.
Pertama, Pemerintah Provinsi Lampung. Seperti luas diwartakan, usai permohonan panitia tiba di meja kerjanya, Gubernur Lampung beserta jajaran pucuk terkait, melakukan mulai dari peninjauan lokasi bakal sentra kegiatan, memutuskan dan sebagaimana telah tereksekusi: perbaikan jalan penjuru akses masuk lokasi, dukungan perizinan dan kebutuhan teknis lapangan.
Sebagai orang nomor satu di provinsi yang acap disebut sebagai miniatur Indonesia (riset tokoh masyarakat adat Lampung Dr Ike Edwin ada menyebut sedikitnya 32 etnis Nusantara saling hidup rukun damai di Bumi Ruwa Jurai), berpopulasi 9,45 juta jiwa dan mayoritas muslim ini, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut sambung rasa.
Gubernur Mirza mengajak warga turut hadir. “Insya Allah, bagi masyarakat yang memiliki waktu, mari bersama-sama hadiri Tabligh Akbar ini, mendengarkan ceramah, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah,” kutipan ajakan sang gubernur, satu ketika, berharap ini menjadi momentum penguatan spiritual umat, sekaligus memperkenalkan Lampung sebagai tuan rumah kegiatan keagamaan akbar didukung penuh pemerintah daerah.
Kedua, Polda Lampung. Dukungan materiil misal, antara lain ditunjukkan oleh Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Helfi Assegaf, melalui Direktur Binmas Polda, Komisaris Besar V. Thirdy Hadmiarso, menyerahkan 500 ton beras dan 100 duz air minum dalam kemasan sebagai bagian dukungan logistik kegiatan, diserahkan ke panitia, pekan ini.
Ketiga, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Bakauheni–Terbanggi Besar (BTB) Toll Road.
Unit bisnis bersama BUMN penyedia jasa layanan operasional Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Tol Bakter, 140 Km), yakni PT. Hakaaston (HKA); dengan PT Rafflesia Investasi Indonesia ini, mematerialisasikan dukungannya terhadap perhelatan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa dan Ijtima Ulama Dunia 2025.
Dengan, beri fasilitasi akses gratis (non-tarif) bagi seluruh bus kendaraan panitia penanggung jawab transportasi jemaah, logistik, dan keamanan kegiatan, yang melintas seluruh Gerbang Tol (GT) di lingkup ruas Bakauheni hingga Terbanggi Besar untuk membawa jemaah dari area Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan.
Afirmasi dukungan disampaikan Direktur PT BTB, I Wayan Mandia didampingi Manager Project, Brahmadi Buana dan Manager Public Affairs, M Alkautsar; kepada Amir Transportasi dan Keamanan Panitia Nasional Tabligh Akbar Indonesia Berdoa dan Ijtima Ulama Dunia, Iwan Rusmawandi; didampingi Pelaksana Transportasi, Yudi; saat audiensi di kantor PT BTB, area GT Kotabaru, Sabtu (22/11/2025).
Direktur Wayan Mandia melalui taklimat media, Ahad menyebut, kebijakan tersebut jadi bagian kontribusi unit bisnis Tol Bakter berperan aktif bantu sukseskan kegiatan.
Dia bilang, perhelatan berskala internasional itu bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama memastikan kelancaran, kenyamanan, kesan baik ke para undangan yang sambangi Lampung waktu dekat.
“Sebagai bagian infrastruktur strategis di Provinsi Lampung, kami berkewajiban dukung pemerintah daerah mensukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kami akan beri pelayanan optimal agar seluruh peserta dan jamaah merasa aman nyaman, khususnya saat melintas di ruas Tol Bakter,” taklimatnya.
Kebijakan manajemen Tol Bakter ini, imbuh Wayan, wujud kontribusi nyata sinergi lintas sektoral di Lampung berjalan sangat baik, terlebih ini bagian dari upaya menerus untuk bangun citra positif dan reputasi Lampung di mata nasional pun di pelupuk dunia.
Dan seiring kian dekatnya hari H gelaran, dukungan demi dukungan seturut, juga dilaporkan menggelombang datang dari berbagai kalangan. Seperti ajakan dari dai kondang Ustad Abdul Somad (UAS).
Dari Sulawesi Selatan, pihak TNI Angkatan Laut (AL), bahkan mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Surabaya guna mengangkut jemaah Ijtima, dari Pelabuhan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Makassar, H-3, Selasa (25/11/2025).
EFEK DOMINO
Atau efek berantai (multiplier effect) positif dari dihelatnya kegiatan ini dalam hal pada saat sebelum dan kelak pada saat hari H pelaksanaan nantinya, sedikitnya dirasakan warga sekitar di sejumlah titik berdekatan area pusat kegiatan.
Dari hasil wawancara acak pantauan lepas, sejumlah pedagang makanan minuman, penjaga gerai kelontongan, gerai pulsa dan PPOB, gerai pakaian muslim dan peralatan salat, toko alas kaki, apotek, kios parfum, serta gerai oleh-oleh, dengan radius terjauh sekitar 2,5 kilometer dari kawasan Masjid Al Hijrah Kotabaru, kurun sepekan terakhir, paling tidak berdasar pengakuan mereka, turut terimbas baik: alami lonjakan transaksi.
Beberapa dari mereka ada yang kepo balik, menanyai pewarta mulai dari siapa sajakah tokoh nasional dan tokoh dunia yang bakal hadir, sampai rute lain selain sekitar lokasi mereka berniaga guna sekadar mengetahui dan bahkan ada yang langsung beritahukan kerabat maupun sejawat sesama pedagang lain tempat di rute yang pewarta infokan.
“Biar diorang siap-siap tambah stok pak,” celetuk seorang dari mereka usai sibuk menelepon kerabatnya sesama peniaga.
Sampai dengan, adapula yang bertanya. Sebenarnya acara sebesar ini ide awalnya dari siapa. Takut salah jawab, pewarta pun mengalihkannya dengan mengilustrasikan bagaimana seharusnya bersikap, sebagai seorang yang berlaku layaknya tuan rumah.
Si penanya usai mendengarnya, tertawa renyah. “Si Abang mah bisa aja jawabnya,” sahutnya seraya mengiyakan anjuran untuk sekadar menambah stok dagangannya.
Info terhimpun lainnya, sedikitnya 1.000 pelaku UMKM turut dilibatkan untuk turut berjualan di arena Ijtima. Panitia Nasional turut memberdayakan mereka demi agar ada getok tular ekonomi umat.
Ini yang kasat mata. Yang tak kasat mata, apalagi kalau bukan terutama yakni ghirah.
Ghirah atau gelora semangat yang membara dalam setiap jiwa manusia hamba Allah, bagi umat Islam dalam konteks semangat dalam beragama, semangat kuat untuk menjaga keimanan dan keislaman, bela agama dari aneka bentuk pelecehan, penyelewengan, atau reduksi makna, menjaga kehormatan, kebajikan akhlak mencegah diri sendiri dan orang lain dari perbuatan buruk lagi tercela, maksiat dan pelanggaran syariat, serta menjaga lingkungan yang baik, dan aktif melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.
Berikut, terutama lainnya, berkah. Atau lain kata: anugerah, barokah, hidayah, inayah, karunia, nikmat, rezeki, taufik, dan wasilah.
Sekadar membayangkan saja, ratusan ribu bahkan bukan tidak mustahil bisa mencapai jutaan umat Allah, yang tak saling kenal satu sama lain sebelumnya, membaur bersama, duduk bertafakur khusyuk berdoa meminta segala sesuatu keberkahan yang patut buat diminta kepada Sang Khalik. Merinding, bisa.
PASCAKEGIATAN
Poin terakhir di atas, bertali-temali bertemali pula sebagaimana dikemukakan sejumlah pihak, dengan keseluruhan dampak nyata langsung tidak langsung kelak kemudian, pascakegiatan ini nanti.
Dirangkumkan, barisan yang menyebut jika ini bakal mencatatkan sekaligus bersamaan mendongkrak citra positif Lampung sebagai daerah provinsi pengunjung tinggi tradisi silaturahim (silaturahmi sesama muslim), sekaligus pengunjung tinggi tradisi adat istiadat setempat yakni Nemuy Nyimah (memuliakan tetamu) yang merupakan salah satu dari lima kesatuan falsafah hidup khas Lampung sejak lampau: Piil Pesenggiri.
Lainnya, ada menyebut pascakegiatan ini, Lampung bakal menjadi barometer baru sekaligus pemodelan tatanan tradisi baik penyelenggaraan kegiatan keagamaan berskala kolosal, beragregat, dan mendunia.
Adapula sebagian lain menyebut, kedepan Lampung bakal diperhitungkan sebagai daerah provinsi dengan keadaban toleransi intra umat beragama, khasanah ukhuwah, pusat syiar dakwah Islam, serta sentra baru inkubasi sumber daya internalisasi nilai-nilai keislaman, keumatan, dan kebangsaan serta resiprokalitasnya dalam pergaulan antar bangsa-bangsa muslim di dunia.
Lampung punya warisan adat dunia, yakni Kerajaan Skala Brak Lampung, notabene kerajaan Islam. Lampung juga punya kampus perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang menjadi salah satu terbaik nasional sekaligus favorit, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.
Dan banyak lagi contoh dikemukakan, yang dalam kacamata para narasumber yang diwawancarai terpisah, memotret sebisanya kurang lebih apa saja getok tular yang bakal dapat dirasakan pascakegiatan akbar lagi bersejarah ini.
Lampung memang kaya kejutan. (Muzzamil)







