SEJUK DI WAY KUNANG: Saat Seragam Coklat Bertemu Kain Tapis, Kapolres Lampung Utara Disambut Hangat di Kediaman Ketum Laskar Lampung

SEJUK DI WAY KUNANG: Saat Seragam Coklat Bertemu Kain Tapis, Kapolres Lampung Utara Disambut Hangat di Kediaman Ketum Laskar Lampung

 

Bacaan Lainnya

Lampung Utara, Bongkarpost.co.id – 

Pemandangan yang menyejukkan hati terjadi di Desa Way Kunang, Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara, Kamis (22/10/2026). Bukan di gedung ber-AC dengan meja formal, tapi di beranda rumah adat yang sederhana, penuh tawa dan kekeluargaan.

Ibu Kapolres Lampung Utara hadir dengan senyum ramah, didampingi seluruh Kasat jajaran Polres Lampung Utara. Tidak ada jarak, tidak ada protokoler kaku. Yang ada hanya silaturahmi adat yang menghangatkan.

Di beranda itu telah menunggu sosok kharismatik, Ketua Umum Laskar Lampung, Ir. Nerozely Agung Putra Koenang. Gagah dengan baju batik dan peci Tapis khas Lampung. Meski menyandang gelar sebagai Tokoh Adat Keratuan Pemanggilan Buay Koenang, ia menyambut layaknya tuan rumah yang rendah hati.

Disampingnya, berdiri tegak sosok penuh wibawa, sang Pembina, Irjen Pol (Purn) Dr. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., yang akrab disapa Dang Ike. Dengan pakaian adat kuning keemasan yang menjadi simbol kebesaran Adat Lampung, kehadirannya menjadi magnet tersendiri.

Inilah pertemuan langka: mempertemukan dua generasi Bhayangkara — yang masih aktif mengabdi dan yang purnawirawan yang menjadi sesepuh adat — dalam satu ikatan kekeluargaan.

Silaturahmi ini juga dihadiri Sekretaris DPP Laskar Lampung Indonesia Panji Nugraha AB, S.H., serta Ketua DPC Lampung Utara Adi Candra, S.E., beserta seluruh Pengurus dan Anggota Laskar Lampung.

Tak ada batas antara seragam coklat dan kain tapis. Semua melebur. Diskusi mengalir ringan tapi bermakna: bagaimana menjaga Tanah Abung Kunang tetap aman, rukun, dan damai.

“Kami sangat terharu Ibu Kapolres mau datang langsung ke rumah kami yang sederhana ini. Ini bukti Polri begitu dekat dengan masyarakat adat,” ujar Ir. Nerozely dengan senyum khasnya yang teduh.

Sementara Dang Ike Edwin, dengan gaya kebapakan yang mengayomi, terlihat memberikan wejangan kebangsaan tentang pentingnya sinergi antara adat dan aparat.

Pesan yang dalam: Adat menjaga marwah, Polri menjaga nyawa, keduanya tidak bisa dipisahkan.

Ibu Kapolres pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan yang luar biasa.

Baginya, Laskar Lampung bukan sekadar organisasi masyarakat, melainkan keluarga besar yang menjaga marwah budaya dan menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga Kamtibmas.

Pertemuan ditutup dengan foto bersama dibawah spanduk silaturahmi sederhana.

Foto yang bukan sekadar foto, tapi potret pesan kuat: Keamanan Lampung Utara tidak dijaga dengan senjata, tapi dijaga dari hati ke hati, dari Way Kunang.

Dari Way Kunang, Untuk Lampung Utara yang Sejuk, Aman, dan Damai. (tk)

Pos terkait