SDN 3 Labuhan Ratu Menggelar Sosialisasi Deep Learning & 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Bongkar Post
Bandar Lampung,
SDN 3 Labuhan Ratu Bandar Lampung Menggelar Sosialisasi bertajuk “Deep Learning & 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, pada Jum’at (3/1/2025) di Aula sekolah setempat.
Kegiatan itu dipandu langsung oleh, Yulia Herlina, S.Pd selaku pemateri di dampingi Maranantia Sukotjo, M.Pd, kepala sekolah SDN 3 Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung.
Selain, soal Deep Learning & 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Yulia Herlina, dalam kesempatannya juga berbagi Praktik Baik Kombel (Komunitas Belajar) Gularaga Seri 1 tahun 2025 tentang Literasi Kurikulum dengan Topik “Deep Learning (Apa, Mengapa dan Bagaimana?)”.
Kombel atau yang kita kenal dengan sebutan Komunitas Belajar menurut Yulia, adalah bentuk implementasi kurikulum merdeka yang kaya manfaat.
Dimana, sekelompok Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) belajar bersama dan berkolaborasi secara terjadwal serta berkelanjutan. “Tujuannya pun jelas dan terukur, yakni untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar murid,”kata dia.
Senada di katakan Maranantia Sukotjo, dia menjelaskan, pengertian Kurikulum Merdeka Belajar menurut buku saku Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Dan sudah diperkenalkan sejak Februari 2022 pasca covid-19 lalu.
Dikatakannya, kurikulum Merdeka Belajar sudah mulai diterapkan di beberapa sekolah di Indonesia dan akan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024. “Agar Bapak dan Ibu guru lebih mudah memahami dan menjelaskan tentang Kurikulum Merdeka Belajar ini kepada siswa dan orang tua siswa, sebaiknya pahami istilah-istilah baru yang muncul dan akan sering digunakan dalam kurikulum ini,” jelasnya.
Pada sisi lain sebagai referensi, untuk melihat sekolah perdana prihal program Kementrian di lingkup SD di Bandar Lampung.
Menurut Narasumber Prof. Dr. Een Yayah Haenillah, M.Pd, dalam acara webinar deep learning dengan tajuk “Deep Learning: Apa, Mengapa, Bagaimana” sebagai Penutup Tahun 2024 yang melibatkan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) dan Program Studi Pengembangan Kurikulum S2 dan S3 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, pada, Senin (30/12) lalu.
Pada kesempatannya, Een Yayah Haenillah membahas mengenai deep learning pada konteks anak usia dini.
Pada konsepnya menurut Een, deep learning bukan suatu hal yang baru tapi menjadi pendekatan yang perlu diperkuat sebagai upaya untuk pembelajaran bermakna.
Baik, urgensi serta bagaimana cara memahami anak usia dini belajar disampaikan pada sesi kali ini. Menghubungkan konsep yang akan diajarkan dengan konsep yang dipahami oleh anak merupakan tantangan yang harus dihadapi ketika menggunakan pendekatan deep learning. “Pada konteks anak usia dini agar anak dapat memperoleh pembelajaran yang bermakna,” jelasnya.
Selain itu, dalam konsep ini, ditekankan bahwa peserta didik harus benar-benar pada proses pembelajaran. Untuk menghadapi dan meningkatkan kebutuhan kemampuan abad ke-21, deep learning diperlukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkannya. “Selain itu diharapkan webinar ini dapat menjadi pemantik untuk diskusi-diskusi selanjutnya khususnya mengenai deep learning sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang sedang ramai diperbincangkan pada saat ini. (Zul/dbs)







