Satgas MBG Metro Sidak Dapur SPPG Ganjar Asri 2, Soroti Limbah Berbau dan IPAL Belum Rampung
Bongkar Post, Metro — Keluhan warga soal bau tak sedap akhirnya mendapat respons cepat dari Tim Satuan Tugas Makanan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Metro turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ganjar Asri 2, Jumat (24/4/2026).
Lokasi dapur yang berada di RT 23 RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat itu sebelumnya dilaporkan warga, karena limbahnya menimbulkan aroma menyengat dan mengganggu lingkungan sekitar.
Dipimpin Ketua Satgas MBG Kota Metro, Wahyuningsih, SKM, M.Kes., tim gabungan lintas sektor bersama instansi vertikal dan Koordinator Wilayah MBG langsung meninjau kondisi di lapangan. Fokus utama sidak adalah memastikan sistem pengelolaan limbah dapur berjalan sesuai standar.
“Keluhan masyarakat ini menjadi perhatian serius kami. Jangan sampai program pemenuhan gizi justru berdampak pada kesehatan lingkungan maupun warga sekitar,” tegas Wahyuningsih.
Ia menekankan bahwa laporan warga sangat penting sebagai bentuk kontrol sosial. Di sisi lain, hal ini menjadi pengingat bagi pengelola dapur, agar tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjaga aspek sanitasi dan lingkungan.
Dalam inspeksi tersebut, tim menemukan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menjadi kunci pengendalian limbah belum sepenuhnya rampung. Padahal, setiap dapur SPPG diwajibkan memiliki sistem IPAL yang memadai untuk mencegah pencemaran dan bau tidak sedap, terutama dari limbah organik seperti sisa makanan.
Perwakilan mitra pengelola, Harley Davidson, bersama Kepala SPPG Ganjar Asri 2, Origo Hasiholan, menjelaskan bahwa pembangunan IPAL sebenarnya sudah berjalan dan kini mencapai sekitar 85 persen. Namun, penyelesaiannya masih terkendala pengiriman peralatan dari luar provinsi.
Mereka pun berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan tersebut paling lambat 3 Mei 2026. Komitmen itu dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh seluruh pihak terkait, termasuk unsur Kejaksaan Negeri Metro, Polres Metro, PPNS Satpol PP, serta dinas-dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Sosial.
Tak hanya soal IPAL, Satgas MBG juga memberikan sejumlah catatan penting lainnya untuk perbaikan sistem dapur ke depan. Seluruh temuan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pihak pengelola.
Sebagai perpanjangan tangan Wali Kota Metro dalam pengawasan program MBG, Satgas memastikan bahwa setiap temuan tidak berhenti pada laporan semata. Hasil inspeksi ini juga akan diteruskan ke Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai bahan evaluasi lebih lanjut.
Langkah cepat ini diharapkan mampu mengembalikan kenyamanan warga sekaligus memastikan program Makanan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan. (**)







