RUPS Tahun Buku 2025 : Laba Bersih Bank Lampung Tembus Rp205 miliar, Tahun Sebelumnya Rp103 miliar
Bongkar Post, Bandar Lampung
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Lampung digelar di Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung, Kamis (15/01/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., dan dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Provinsi Lampung selaku pemegang saham, Komisaris Utama Bank Lampung Muhammad Firsada, Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana, serta jajaran komisaris dan direksi PT Bank Lampung.
Dalam arahannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemegang saham dalam mendukung kinerja Bank Lampung. Menurutnya, Bank Lampung memiliki peran strategis sebagai bank pembangunan daerah yang harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Lampung harus terus diperkuat agar bank daerah ini semakin sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Gubernur Lampung dalam sambutannya.
RUPS membahas sejumlah agenda penting, di antaranya laporan kinerja dan keuangan Bank Lampung selama tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba, serta evaluasi kinerja direksi dan komisaris. Sementara itu, RUPS-LB membahas agenda strategis terkait kebijakan internal dan penguatan manajemen Bank Lampung ke depan.
RUPS dan RUPS-LB ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan Bank Lampung, sekaligus memperkokoh perannya sebagai motor penggerak pembangunan dan perekonomian Provinsi Lampung secara keseluruhan.
Kinerja keuangan Bank Lampung sepanjang tahun buku 2025-mencatat lonjakan signifikan. Laba bersih bank milik daerah tersebut menembus Rp205 miliar, naik sekitar 95 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp103 miliar. Capaian itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa .
Komisaris Utama Bank Lampung, M. Firsada, mengatakan pada RUPS Tahunan, direksi telah memaparkan laporan kinerja keuangan tahun 2025 sekaligus rencana bisnis perusahaan ke depan.
“Alhamdulillah, direksi telah mempertanggungjawabkan kinerjanya, termasuk menyampaikan besaran laba yang diperoleh. Seluruh pemegang saham menerima laporan tersebut,” ujar Firsada.
la menjelaskan, lonjakan laba didorong oleh kebijakan efisiensi yang diterapkan di berbagai sektor operasional, disertai dengan penguatan manajemen risiko dan penyaluran kredit yang lebih selektif.
“Laba Bank Lampung tahun lalu sebesar Rp103 miliar, dan pada 2025 meningkat menjadi Rp205 miliar atau naik sekitar 95 persen. Peningkatan ini didorong oleh efisiensi di berbagai sektor.” jelasnya.
Selain membahas laporan keuangan, RUPS Tahunan juga menyepakati pembagian dividen kepada para pemegang saham kabupaten/kota, serta membahas sejumlah kebijakan strategis, termasuk rencana kerja sama usaha perbankan.
Sementara itu, pada sesi RUPS Luar Biasa, para pemegang saham menyetujui pengunduran diri Direktur Utama Bank Lampung sebelumnya yang dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Legal & Compliance di Bank Rakyat Indonesia (BRI).
“Dalam RUPS juga kemudian menyepakati penunjukan Indra Merviana, yang sebelumnya menjabat Direktur Operasional, sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bank Lampung, efektif mulai hari ini,” ungkap Firsada.
Keputusan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalani proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).
Dalam rapat tersebut, manajemen juga menyampaikan perkembangan kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Lampung dan Bank Jatim. OJK telah menetapkan kerja sama tersebut pad 24 Desember 2025 dan mendapat persetujuan penuh dari para pemegang saham.
Dengan bergabung dalam KUB Bank Jatim, Bank Lampung menargetkan akselerasi kinerja yang lebih agresif pada 2026.
“Pertumbuhan kredit tahun ini masih di bawah 5 persen, namun pada 2026 kami targetkan bisa mencapai 10 persen,” kata Firsada.
la menambahkan, penyaluran kredit akan lebih difokuskan pada sektor produktif, khususnya UMH di wilayah pedesaan, serta sektor pertanian.
Ditempat yang sama, Pjs Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
“Sesuai visi menjadi bank unggul dan pilihan masyarakat, kami akan meningkatkan layanan dan produk digital, serta melakukan penyesuaian struktur organisasi ke arah digitalisasi,” kata Indra.
Bank Lampung juga akan membentuk divisi baru yang fokus pada pengembangan UMKM dan kredit komersial, sehingga struktur bisnis tidak lagi teriflu bertumpu pada sektor konsumer.
Untuk tahun 2026, kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Lampung ditetapkan sebesar Rp995 miliar dengan suku bunga 6 persen, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kel perusahaan yang baik. (*)







