DPP Forum Muda Lampung Kritik Kinerja Dapur MBG di SDN 3 Sindang Sari

 

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Jakarta 

Wakil Ketua Umum DPP Forum Muda Lampung, Billy Rudolf, mengkritik keras kinerja dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani penerima manfaat di SDN 03 Sindang Sari, Kabupaten Lampung Utara.

Ia menilai dapur tersebut tidak profesional dalam menyediakan makanan bagi siswa penerima manfaat program MBG dan mendesak agar dapur itu segera ditutup secara permanen karena dianggap merusak citra program.

Dalam keterangan resminya, Billy Rudolf menyatakan bahwa apa yang terjadi di dapur MBG SDN 03 Sindang Sari merupakan bentuk kelalaian yang tidak dapat ditoleransi.

Menurutnya, dapur yang mengelola makanan bagi anak-anak penerima manfaat seharusnya mengutamakan standar kualitas, kebersihan, dan profesionalisme yang tinggi.

Billy menegaskan, kejadian ini bukan hanya soal teknis penyajian makanan, tetapi menyangkut marwah dan kepercayaan publik terhadap program MBG secara keseluruhan.

Ia menilai tindakan yang tidak profesional dari pihak dapur telah mencoreng nama baik program yang sejatinya bertujuan mulia untuk meningkatkan gizi dan kualitas belajar peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Atas dasar itu, Billy Rudolf meminta agar dapur MBG di SDN 03 Sindang Sari ditutup secara permanen. Penutupan ini, menurutnya, penting dilakukan sebagai langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pesan kuat bagi seluruh pengelola dapur MBG di daerah lain untuk bekerja lebih serius dan bertanggung jawab.

Selain penutupan permanen, Billy juga mendesak dilakukan evaluasi total terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pelaksanaan program MBG di lokasi tersebut, mulai dari pengelola dapur, pihak penyuplai bahan makanan, hingga pihak pengawas teknis di lapangan. Evaluasi ini diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek sanksi bagi pihak yang terbukti lalai.

Billy menambahkan, Forum Muda Lampung akan terus mengawal isu ini dan siap mendorong pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk melakukan perbaikan menyeluruh atas tata kelola program MBG.

Ia menekankan bahwa keselamatan, kesehatan, dan hak anak atas makanan layak adalah prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan.

Melalui rilis ini, Billy Rudolf menyerukan agar pemerintah daerah, penyelenggara program MBG, serta seluruh pemangku kepentingan terkait segera mengambil tindakan cepat, tegas, dan transparan.

Ia berharap kejadian di SDN 03 Sindang Sari menjadi momentum pembenahan total agar tujuan program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para penerima manfaat di seluruh Lampung dan tidak kembali tercoreng oleh praktik pengelolaan yang tidak profesional.

“Sebagai tambahan, kami dapat informasi dan berdiskusi dengan sesama organisasi asal Lampung. Yaitu aliansi Mapala Jakarta,” tutup Billy kepada media ini, Sabtu (17/1/2026).

(Arpan Korwil BP DKI Jakarta)

Pos terkait