Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi Way Rarem TA 2026 Diduga Tidak Sesuai SPESIFIKASI SOP

Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi Way Rarem TA 2026 Diduga Tidak Sesuai SPESIFIKASI, SOP.

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Lampung Utara – Berdasarkan hasil temuan dan konfirmasi Tim Media bersama Tim PWRI di lokasi produksi precast FC 20 Pastrak, Desa Suka Maju, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, pada 20 Juli 2026, ditemukan sejumlah hal yang diduga tidak sesuai dengan standar operasional maupun ketentuan yang berlaku.

Di lokasi tersebut, tim diterima oleh Dendi selaku petugas K3 PT Jaya Etika Teknik (JET) dan Ali selaku Humas. Saat dikonfirmasi, Ali menyampaikan bahwa papan informasi kegiatan di lokasi produksi precast tidak perlu dipasang. Terkait kelengkapan administrasi maupun informasi yang seharusnya tersedia di lokasi, Ali dan Dendi juga menyatakan bahwa kegiatan produksi tidak hanya melibatkan PT Jaya Etika Teknik (JET), tetapi juga terdapat perusahaan lain yang turut berperan, salah satunya PT General Intraco Makmur (GIM).

Tim kemudian mengonfirmasi Heru, yang mengaku sebagai bagian Quality Control PT General Intraco Makmur (GIM). Menurut Heru, pada dasarnya kelengkapan administrasi dan papan informasi memang seharusnya tersedia dan dipasang di lokasi proyek. Namun, berdasarkan hasil pantauan tim di lapangan, kelengkapan tersebut tidak ditemukan.

Selain itu, saat ditanya mengenai bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk operasional alat berat jenis excavator, Heru menjelaskan bahwa selama kurang lebih delapan hari operasional, alat berat menggunakan stok lama BBM solar yang diambil dari tangki mobil. Keterangan tersebut memunculkan dugaan bahwa operasional produksi precast dalam proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi Way Rarem Tahun Anggaran 2026 menggunakan BBM jenis solar bersubsidi. Dugaan ini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Di sisi lain, terdapat perbedaan keterangan mengenai keterlibatan perusahaan. Sebelumnya, Ali dan Dendi menyatakan bahwa selain PT Jaya Etika Teknik terdapat PT General Intraco Makmur yang berperan dalam kegiatan produksi. Namun, ketika tim mengonfirmasi salah seorang operator di lokasi yang disebutkan oleh keduanya, pekerja tersebut justru mengaku bekerja di bawah PT Jaya Etika Teknik (JET).

Sejumlah temuan tersebut dinilai menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pelaksanaan proyek. Apabila dugaan-dugaan tersebut terbukti, kondisi itu berpotensi membuka ruang terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan yang dapat memengaruhi kualitas hasil proyek serta berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. Meski demikian, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan penjelasan dan klarifikasi resmi dari pihak kontraktor, konsultan pengawas, maupun instansi yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

(Tim)

Pos terkait