Bongkarpost.co.id (Pesawaran) – Polres Pesawaran menggelar Doa bersama sebagai bentuk empati atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan masyarakat Bumi Andan Jejama yang terdiri dari sejumlah elemen, mulai dari Karang Taruna, PSSI, FORSGI, Mahasiswi Muhamadiyah, Persatuan Wartawan Indonesia dan jajaran ormas lainnya.
Dalam hal ini, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Wakapolres Kompol Muhammad Riza mengatakan, pelaksanaan doa bersama ini, merupakan aksi solidaritas yang mana tujuannya yakni untuk ikut prihatin dan bentuk toleransi atas apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kota Malang.
“Semoga dengan doa bersama ini, wilayah kita di Kabupaten Pesawaran tidak akan terjadi hal-hal yang serupa, karena itu mari kita selalu kita berdoa baik dalam kehidupan pribadi maupun berorganisasi bermasyarakat maupun dalam lingkup kerja, agar senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya serta turut mendoakan rekan-rekan kita yang gugur dilokasi kejadian,” ujarnya, Jumat malam (07/10/22).
Disamping itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pesawaran, Nurul Azmi mengungkapkan, rasa belasungka atas kejadian yang menimpa ratusan masyarakat pecinta bola di tanah Jawa tersebut.
“Terkait kejadian kemarin yang telah merenggut ratusan nyawa itu, kita tidak menyalahkan siapa-siapa karena itu merupakan salah satu musibah. Maka dari itu, disini kita bersama-sama berdoa dan menjadikan itu evaluasi bagi pemuda Indonesia khususnya di bidang olahraga sepak bola,” ungkapnya.
“Serta dengan terjadinya insiden ini, semoga tidak menjadi hukuman dari FIFA untuk Indonesia sehingga dapat terus melaju sampai ke piala dunia,” timpalnya.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemkab Pesawaran yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Chabrasman beserta Forkompinda lainnya.
(Akbar)







