Politisi Demokrat Hj. Ellya Saleh Beri Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Labuhan Ratu

Bandar Lampung, BP

Banjir yang melanda warga Kelurahan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, pada Kamis (10/11/2022) kemarin, menyebabkan sejumlah rumah terendam air. Hujan deras yang mengguyur kota dalam beberapa jam itu menyebabkan air sungai meluap hingga terjadi banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Bacaan Lainnya

Atas kejadian itu, Wakil Direktur I DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung, Hj. Ellya Saleh, SE, MM mengaku sangat prihatin. Ia pun tak tinggal diam. Segera ia turun ke lokasi melihat warga yang terdampak banjir, serta memberikan bantuan.

“Menurut laporan Pak Lurah dan Pak Kaling, banjir ini merupakan banjir terbesar dalam sejarah karena terjadi peningkatan banjir setinggi 30cm dari sebelumnya,” ujar Bunda Ellya, sapaan akrabnya, Jumat (11/11/2022) sore.

Banjir kali ini, sambung dia, memecahkan rekor dimana banjir melampaui semua tanggul yang ada di sekitar lokasi.

Dari informasi pamong setempat dan pengamatannya, sejumlah rumah mengalami rusak parah akibat banjir tersebut.

Adapun warga di Gang Cendana, Labuhan Ratu yang terkena banjir hingga rumahnya rusak parah, yaitu H. Alpatan Yunus, Muhammad Candra, Yakup Maria dan anaknya, Deni, Dr. Yusmaidi. Sementara lainnya, Bambang dan Lani kerusakan pada dapur, Darwis kerusakan kandang ayam, Haji Jalil dan Nanda kerusakan garasi.

“Sesuai arahan Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Bapak Edy Irawan, agar kader Demokrat lebih dekat dengan warga dan peduli kepada warga yang terkena musibah,” kata Ellya, yang mencalonkan diri pada Pileg 2024 mendatang.

Wanita yang mencalonkan diri dari Dapil Labuhan Ratu, Way Halim, dan Kedaton ini tak hanya melihat kondisi warga yang terdampak banjir, namun juga memberikan bantuan sembako.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kesulitan yang dialami warga yang terdampak banjir, dan kepada warga korban banjir agar mereka lebih sabar dan tabah menjalani ujian dari Allah SWT, dan bagi kita yang mampu harus siap membantu mereka yang terkena musibah,” pungkasnya.

Diketahui, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dan menurut warga, di pinggir sungai yang meluap itu sudah dibangun pondasi sekitar 1 setengah meter lebih, namun pembangunan baru 60 persen.

“Disini memang setiap hujan deras, sungai akan meluap dan menyebabkan banjir sebab aliran sungai sempit dan tidak ada pondasi yang tinggi. Dan jika hujan deras, warga dan anak-anak keluar mencari dataran yang tinggi,” jelas salah seorang warga yang mengaku sudah puluhan tahun tinggal di wilayah yang menjadi langganan banjir itu. (tk)

Pos terkait