Petani Jeruk di Gotting-Jandiraya Berharap Pemerintah Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pupuk

Keluarga Eddy Berbincang Hangat dengan Petani Jeruk, Bahas Harga Panen hingga Biaya Pupuk

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Gotting-Jandiraya

Suasana hangat mewarnai kunjungan keluarga Eddy ke kawasan kebun jeruk di Desa Gotting-Jandiraya, Kec. Dolog Masagal, Kab. Simalungun, Sumatera Utara.

Sambil menikmati hamparan kebun yang tengah berbuah, sejumlah anggota keluarga tampak memetik jeruk langsung dari pohonnya untuk dibagikan kepada kerabat yang ikut dalam kunjungan tersebut.

Momen kebersamaan itu kemudian diabadikan bersama para petani jeruk setempat. Dalam kesempatan tersebut, awak Media Bongkar Post berbincang dengan para petani mengenai kondisi usaha pertanian jeruk yang mereka jalani.

Menjawab pertanyaan mengenai harapan mereka sebagai petani, para petani menyampaikan satu pesan yang sederhana namun penting, yakni perlunya menjaga stabilitas harga jeruk agar tidak terus mengalami penurunan.

Menurut mereka, harga jual jeruk yang rendah tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat, terutama harga pupuk yang hingga kini masih tergolong mahal.

“Kami berharap harga jeruk tetap terjaga dan bisa lebih baik. Jangan sampai hasil panen murah, sementara biaya pupuk dan perawatan kebun semakin tinggi,” ungkap salah seorang petani, saat di wawancara awak media.

Media Bongkar Post menilai persoalan tersebut menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang, khususnya instansi di bidang pertanian dan perdagangan.

Diperlukan kebijakan yang mampu menjaga. keseimbangan antara harga sarana produksi pertanian, terutama pupuk, dengan harga jual hasil panen agar petani tidak terus berada dalam tekanan ekonomi.

Berdasarkan keterangan para petani, harga jeruk di tingkat petani pada akhir Juni 2026 masih berada di kisaran Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram.

Harga tersebut dinilai belum memberikan keuntungan yang memadai, mengingat biaya produksi yang terus mengalami kenaikan.

Karena itu, para petani berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk membantu meningkatkan sekaligus menjaga stabilitas harga jeruk di pasaran.

Dukungan tersebut dinilai penting agar petani tetap memiliki semangat untuk merawat kebun, meningkatkan produksi, dan menjaga keberlangsungan sektor hortikultura yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.(*)

Pos terkait