Opini
Persia (Iran) yang Dikisahkan Dalam Al-Quran & Hadis Nabi Saw, Jalur Riwayat Sunni/ Ahlusunnah
Oleh: Hengki Eral
(Pebisnis, Pengamat Ekonomi & Budaya. Tinggal di Lampung)
Allah mewajibkan shalat untuk membersikan diri dari kesombongan & Allah mewajibkan puasa sebagai ujian untuk keikhlasan seorang hamba Allah. Sedangkan iman untuk menyucikan diri dari kemusyrikan, zakat sebagai sebab mendatangkan rezeki, haji sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah, & jihad untuk kemuliaan Islam.
Ali bin Abi Thalib berkata; Sungguh mengherankan orang yg takut pada siksaan seorang penguasa, bahkan ada yg harus sampai menjilat dengan seorang penguasa hanya demi untuk urusan perut, padahal siksaan itu pendek masanya; sementara dia tidak takut dengan siksaan Allah Yang Mahakuasa, padahal siksaan-Nya terus berkelanjutan & kekal.
Jika org islam meninggal tidak akan ditanyakan dari mashab mana, yg penting sekarang iran lah yg nyerang israel secara terang-terangan.
Bangsa Iran atau Persia ternyata dikisahkan dalam Al Quran, bahkan bangsa tersebut memiliki keutamaan berdasarkan penjelasan hadis Nabi Saw.
1. Persia tersirat dalam Al-Quran Surat Al-Jum’ah ayat 3 & Surat Muhammad ayat 38.
Allah Swt berfirman:
Dan (juga) kepada kaum yg lain dari mereka yg belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Quran Al-Jum’ah : 3)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil hadis yg diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis suni atau ahlusunnah wal jamaah, yang di riwayat oleh hadis Muslim, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, Ibnu Abi Haatim, & Ibnu Jariir, melalui jalan Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu :
Kami pernah duduk2 bersama Nabi saw , lalu diturunkan kepada beliau surat Al-Jum’ah : ‘Dan (juga) kepada kaum yg lain dari mereka yg belum berhubungan dengan mereka’ (Al-Auran. Al-Jum’ah : ayat ke 3).
Para sahabat bertanya: “Siapakah mereka wahai Rasulullah ?”. Beliau tidak memberikan jawaban kepada mereka sehingga beliau sempat ditanya ketiga kalinya, sedang di antara kami terdapat Salman Al-Farisi ( Salman kaum dari bangsa persia atau sekarang yang dikenal dengan negara Iran).
Rasulullah SAW lalu meletakkan tangannya di atas tubuh Salman Al-Farisi seraya bersabda: “Seandainya keimanan itu ada pada bintang Tsurayaa, pastilah akan dicapai oleh beberapa orang atau seseorang di kalangan mereka”.
Ibnu Katsir melanjutkan: “Dalam hadis ini terdapat bukti yg menunjukkan bahwa surat ini adalah Madaniyyah, & juga menunjukkan keumuman pengutusan Muhammad Saw sebagai Nabi kepada seluruh umat manusia. Hal itu disebabkan karena beliau menafsirkan firman Allah ta’ala: “Dan (juga) kepada kaum yg lain dari mereka” dengan Persia. Oleh karena itu, Rasulullah Saw mengirimkan surat ke Persia, Romawi, & umat2 lainnya. Beliau menyeru kepada mereka untuk menempuh jalan Allah ta’ala serta mengikuti apa yg dibawanya. Oleh karena itu Mujaahid dan yang lainnya berkata mengenai firman Allah ta’ala: “Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka”; ia berkata: “Mereka adalah orang-orang ‘Ajam (non-Arab) dan semua orang yg membenarkan Nabi SAW dari kalangan selain ‘Arab”.
Selanjutnya, dalam Surat Muhammad ayat 38 Allah Swt berfirman:
Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yg lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini”( Al-Quran Muhammad : ayat 38].
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata ketika turun ayat ini para sahabat bertanya : “Siapakah mereka wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda, yang waktu itu Salman al farisi seorang pemuda yg berasal dari persia ada di sisi beliau : ‘Mereka adalah bangsa Persia, orang ini (yaitu Salman) & kaumnya” [Diriwayatkan oleh Ath-Thahawiy dalam Syarh Musykiilil-Aatsaar no. 2135; sanadnya hasan]. Ada juga hadis dari dari Usamah bin Zaid, dari Sa’iid bin Al-Musayyib, ia berkata: “Seandainya aku bukan berasal dari Quraisy, sungguh aku senang jika aku berasal dari Persia, kemudian aku senang jika aku berasal dari Ashbahaan” [Diriwayatkan oleh ‘Aliy bin Ja’d no. 2921; sanadnya hasan].
Iman mempunyai empat pilar, yaitu; sabar, yakin, keadilan & jihad. Tidak akan sempurna iman seorang hamba sehingga apa yg ada ditangan Allah lebih dipercayainya daripada apa yg ada ditangannya sendiri.
Ali bin Abi Thalib berkata; kekufuran mempunyai empat pilar,yaitu; interogai berlebihan, pertentangan, penyimpangan, & perpecahaan. Barangsiapa yg menginteogasi secara berlebihan, dia tidak akan sampai kepada kebenaran. Barangsiapa yg banyak pertentangannya dengan kebodohan, dia tidak senantiasa berada dalam kesesatan.
Iman adalah makrifat dengan hati, & barangsiapa yg telah mengetahui dirinya , maka dia telah mengetahui Tuhannya. Dan janganlah engkau melihat siapa yg mengatakan, tetapi lihatlah apa yg dikatakan,karena didunia ini banyak sekali harapan yg mengecewakan, & ketamakan yg mendustakan. Ketamakan tidak menghasilakn apa2, & kebanyakan perselisihan ditimbulkan oleh ketamakan para penguasa.
Masih banyak orang yang entah sombong atau memang benar2 tidak tahu sejarah, atau karena terpropokasi ajaran kebencian ustad2 borju travel umroh ikut2an membenci Iran karena Iran mayoritas syiah, & apakah emangnya AS & isreal itu Sunni ?
Hengki Eral 🙏
Allah mewajibkan shalat untuk membersikan diri dari kesombongan,& Allah mewajibkan puasa sebagai ujian untuk keikhlasan seorang hamba Allah. Sedangkan iman untuk menyucikan diri dari kemusyrikan, zakat sebagai sebab mendatangkan rezeki, haji sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah, & jihad untuk kemuliaan Islam.
Ali bin Abi Thalib berkata; Sungguh mengherankan orang yg takut pada siksaan seorang penguasa, bahkan ada yg harus sampai menjilat dengan seorang penguasa hanya demi untuk urusan perut, padahal siksaan itu pendek masanya; sementara dia tidak takut dengan siksaan Allah Yang Mahakuasa, padahal siksaan-Nya terus berkelanjutkan & kekal.
Jika org islam meninggal tidak akan ditanyakan dari mashab mana, yg penting sekarang iran lah yg nyerang israel secara terang2an.
Bangsa Iran atau Persia ternyata dikisahkan dalam Al Quran, bahkan bangsa tersebut memiliki keutamaan berdasarkan penjelasan hadis Nabi Saw.
1. Persia tersirat dalam Al-Quran Surat Al-Jum’ah ayat 3 & Surat Muhammad ayat 38.
Allah Swt berfirman:
Dan (juga) kepada kaum yg lain dari mereka yg belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Quran Al-Jum’ah : 3)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil hadis yg diriwayatkan dalam kitab2 hadis suni atau ahlusunnah wal jamaah, yg di riwayat oleh hadis Muslim, At-Tirmidziy, An-Nasaa’iy, Ibnu Abi Haatim, & Ibnu Jariir, melalui jalan Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu :
Kami pernah duduk2 bersama Nabi saw , lalu diturunkan kepada beliau surat Al-Jum’ah : ‘Dan (juga) kepada kaum yg lain dari mereka yg belum berhubungan dengan mereka’ (Al-Auran. Al-Jum’ah : ayat ke 3).
Para shahabat bertanya: “Siapakah mereka wahai Rasulullah ?”. Beliau tidak memberikan jawaban kepada mereka sehingga beliau sempat ditanya ketiga kalinya, sedang di antara kami terdapat Salman Al-Farisi ( Salman kaum dari bangsa persia atau sekarng yg dikenal dengan negara Iran).
Rasulullah SAW lalu meletakkan tangannya di atas tubuh Salman Al-Farisi seraya bersabda: “Seandainya keimanan itu ada pada bintang Tsurayaa, pastilah akan dicapai oleh beberapa orang atau seseorang di kalangan mereka”.
Ibnu Katsir melanjutkan: “Dalam hadis ini terdapat bukti yg menunjukkan bahwa surat ini adalah Madaniyyah, & juga menunjukkan keumuman pengutusan Muhammad Saw sebagai Nabi kepada seluruh umat manusia. Hal itu disebabkan karena beliau menafsirkan firman Allah ta’ala: “Dan (juga) kepada kaum yg lain dari mereka” dengan Persia. Oleh karena itu, Rasulullah Saw mengirimkan surat ke Persia, Romawi, & umat2 lainnya. Beliau menyeru kepada mereka untuk menempuh jalan Allah ta’ala serta mengikuti apa yg dibawanya. Oleh karena itu Mujaahid dan yang lainnya berkata mengenai firman Allah ta’ala: “Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka”; ia berkata: “Mereka adalah orang-orang ‘Ajam (non-Arab) dan semua orang yg membenarkan Nabi SAW dari kalangan selain ‘Arab”.
Selanjutnya, dalam Surat Muhammad ayat 38 Allah Swt berfirman:
Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yg lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini”( Al-Quran Muhammad : ayat 38].
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata ketika turun ayat ini para sahabat bertanya : “Siapakah mereka wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda, yang waktu itu Salman al farisi seorang pemuda yg berasal dari persia ada di sisi beliau : ‘Mereka adalah bangsa Persia, orang ini (yaitu Salman) & kaumnya” [Diriwayatkan oleh Ath-Thahawiy dalam Syarh Musykiilil-Aatsaar no. 2135; sanadnya hasan]. Ada juga hadis dari dari Usamah bin Zaid, dari Sa’iid bin Al-Musayyib, ia berkata: “Seandainya aku bukan berasal dari Quraisy, sungguh aku senang jika aku berasal dari Persia, kemudian aku senang jika aku berasal dari Ashbahaan” [Diriwayatkan oleh ‘Aliy bin Ja’d no. 2921; sanadnya hasan].
Iman mempunyai empat pilar, yaitu; sabar, yakin, keadilan & jihad. Tidak akan sempurna iman seorang hamba sehingga apa yg ada ditangan Allah lebih dipercayainya daripada apa yg ada ditangannya sendiri.
Ali bin Abi Thalib berkata; kekufuran mempunyai empat pilar,yaitu; interogai berlebihan, pertentangan, penyimpangan, & perpecahaan. Barangsiapa yg menginteogasi secara berlebihan, dia tidak akan sampai kepada kebenaran. Barangsiapa yg banyak pertentangannya dengan kebodohan, dia tidak senantiasa berada dalam kesesatan.
Iman adalah makrifat dengan hati, & barangsiapa yg telah mengetahui dirinya , maka dia telah mengetahui Tuhannya. Dan janganlah engkau melihat siapa yg mengatakan, tetapi lihatlah apa yg dikatakan,karena didunia ini banyak sekali harapan yg mengecewakan, & ketamakan yg mendustakan. Ketamakan tidak menghasilakn apa2, & kebanyakan perselisihan ditimbulkan oleh ketamakan para penguasa.
Masih banyak orang yang entah sombong atau memang benar2 tidak tahu sejarah, atau karena terpropokasi ajaran kebencian ustad2 borju travel umroh ikut2an membenci Iran karena Iran mayoritas syiah, & apakah emangnya AS & isreal itu Sunni ? (*)







