Perpustakaan Nasional dan Pemprov Lampung Dorong Penguatan Literasi Masyarakat Hingga ke Pelosok Desa
Bongkar Post
Bandar Lampung,
Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi di Provinsi Lampung, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Analis Pusat pengembangan budaya baca menyelenggarakan program “Fasilitasi Penggerak Literasi” dengan tema Optimalisasi Gerakan Literasi Masyarakat Melalui Penguatan Koorganisasian Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), yang di gelar di hotel Emersia, Bandar Lampung, pada Rabu, (13/11/2024).

Acara ini diikuti oleh perwakilan TBM dari tingkat pusat, provinsi, dan 15 kabupaten/kota se-Lampung.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, yang diwakili oleh Tito selaku Kepala Bidang Pengembangan, menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi utama untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan berdaya saing.
“Minat baca di Lampung masih rendah, salah satunya disebabkan oleh akses terbatas terhadap sumber bacaan, terutama di daerah terpencil,” ujar Tito.
Tito mengungkapkan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung telah mengambil sejumlah langkah untuk memperluas akses literasi, seperti meningkatkan jumlah dan kualitas perpustakaan, serta mendirikan taman baca masyarakat hingga ke pelosok desa.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dari berbagai kalangan bisa menikmati akses bacaan berkualitas,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, bahwa pemerintah Provinsi Lampung juga mengintegrasikan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ke dalam kurikulum sekolah guna memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.
Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung berkolaborasi dengan komunitas literasi untuk mengadakan kegiatan seperti klub baca, kelas menulis, dan diskusi buku.
“Kolaborasi ini bertujuan memperkaya pengalaman literasi, baik di kalangan pelajar maupun masyarakat umum,” jelas Tito.
Tak hanya itu, dinas juga menyoroti pentingnya literasi digital, ekonomi, dan informasi sebagai bekal untuk menghadapi tantangan global.
“Literasi hari ini tidak hanya tentang membaca dan menulis. Masyarakat harus mampu memproses informasi, mengelola keuangan, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup,” tegas Tito.
Sebagai langkah nyata, dinas telah menyelenggarakan pelatihan digital dan menyediakan platform literasi digital yang memungkinkan masyarakat mengakses buku digital, audio book, serta konten edukatif lainnya.
Tito berharap agar generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi masyarakat.
“Kami percaya bahwa dengan bekal literasi yang kuat, generasi muda Lampung dapat membawa perubahan positif dan melestarikan budaya lokal,” pungkasnya.
Dengan program-program ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung berharap dapat mendorong tumbuhnya budaya baca serta meningkatkan kecakapan literasi masyarakat, menjadikan Lampung sebagai provinsi yang unggul dalam literasi dan sumber daya manusia yang berkualitas.**







