Peringatan Hari Santri ke‑11, Babinsa Tekankan Sinergi TNI dan Ulama di Abung Surakarta

Peringatan Hari Santri ke‑11, Babinsa Tekankan Sinergi TNI dan Ulama di Abung Surakarta

 

Bacaan Lainnya

LAMPUNG UTARA, BONGKAR POST – Dalam rangka memperingati Hari Santri Ke‑11 Tahun 2026, Babinsa Koramil 412‑08/ABT, Sertu Agus Riyadi, hadir mewakili Komandan Koramil (Danramil) untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri yang terpusat di Lapangan Sepak Bola Desa Bumi Restu, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (24/10/2026).

Rangkaian kegiatan upacara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar. Ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat, tokoh agama, hingga jajaran pemerintah setempat tampak antusias memadati lapangan upacara guna memperingati peran historis dan kontribusi besar para santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan Hari Santri tahun ini menjadi momen krusial untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus memantapkan sinergitas antara aparatur teritorial TNI, para ulama, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Abung Surakarta.

Turut hadir dalam jajaran tamu undangan dan tokoh penting pada kegiatan tersebut, di antaranya, Ketua MWC NU Abung Surakarta, KH. Muhamad Miud, S.H., Perwakilan PCNU Kabupaten Lampung Utara, KH. Nur Huda, Ketua MUI, Hj. Amin Burhan Nudin S.Pd.I., Rois Syuriah MWC NU Abung Surakarta, Bapak Rois Surya, Babinsa Koramil 412‑08 ABT, Sertu Agus Riyadi (mewakili Danramil), para Kepala Desa se‑Kecamatan Abung Surakarta, pengurus dan anggota Muslimat serta Fatayat NU se‑Kecamatan Abung Surakarta.

Kehadiran jajaran Babinsa Koramil 412‑08/ABT dalam momentum peringatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen TNI‑AD untuk selalu berada di tengah‑tengah kegiatan warga binaan.

Selain itu, keterlibatan TNI juga menegaskan dukungan penuh terhadap peran ulama dan santri sebagai benteng moral bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan, kondusivitas wilayah, serta persatuan nasional hingga tingkat desa dan kecamatan.

Seluruh rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Lampung Utara, dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antar‑instansi dan tokoh masyarakat.

(Anton)

Pos terkait