Pemkot Bandar Lampung Gelar Sosialisasi Inovasi dan Penyerahan Piagam Inovasi Daerah pada Beberapa OPD

Pemkot Bandar Lampung Gelar Sosialisasi Inovasi dan Penyerahan Piagam Inovasi Daerah pada Beberapa OPD

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Sosialisasi Inovasi Daerah (IID) sekaligus penyerahan Piagam Penghargaan Inovasi Daerah Tahun 2025 sebagai langkah memperkuat ekosistem inovasi dilingkungan Pemerintah Daerah.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana meminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terus menghadirkan inovasi berbasis digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami mendorong seluruh OPD, sekolah, hingga puskesmas di lingkungan Pemerintah Kota Bandarlampung untuk terus menciptakan inovasi pelayanan publik berbasis digital,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah daerah memiliki tugas untuk menumbuhkan motivasi, memberikan stimulasi, serta menciptakan iklim yang kondusif dalam pengembangan riset dan inovasi sebagai bagian dari sistem penelitian nasional dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

“Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tentang Inovasi Daerah serta Peraturan Daerah Kota Bandarlampung Nomor 6 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Riset dan Inovasi Daerah,” katanya.

Ia juga menegaskan Pemerintah Kota Bandarlampung terus berkomitmen menciptakan ekosistem inovasi yang mampu mendorong percepatan digitalisasi dan transformasi ekonomi untuk meningkatkan pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.

“Berdasarkan hasil sosialisasi inovasi daerah yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan wajib pelayanan dasar diwajibkan memiliki inovasi, dan terinput dalam sistem aplikasi,” tegasnya.

Menurutnya sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, permukiman, ketentraman, dan sosial wajib memiliki inovasi berbasis digital baik itu baru maupun menyempurnakan yang telah ada.

“Saya mengajak seluruh jajaran perangkat daerah dan elemen masyarakat untuk menjadikan kota ini sebagai laboratorium dan ekosistem inovasi,” jelasnya.

Tambahnya, Namun begitu, inovasi yang dikembangkan oleh OPD harus tetap mengedepankan kepentingan publik dan akuntabilitas yang tinggi.

Ia menyampaikan Langkah tersebut, diperlukan agar kota ini tidak hanya dikenal karena potensi wisata dan kulinernya, tetapi juga sebagai daerah yang responsif dan modern dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui integrasi teknologi dan kreativitas.

“Saya kembali mengajak seluruh perangkat daerah menjalankan inovasi secara bertanggung jawab guna meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, memangkas birokrasi serta memperkuat layanan digital di lingkungan kerja masing-masing,” tutupnya. (*)

Pos terkait