Pemdes Karang Raja Kecamatan Merbau Mataram Gelar Musrenbangdes Tahun 2023

Bongkarpost.co.id (Lampung Selatan) – Pemerintahan Desa (Pemdes) Karang Raja Kecamatan Merbau Mataram gelar Musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) tahun 2023 yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa setempat pada Senin (31/10/2022).

Pada Musrenbangdes itu juga dilaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) kepada 139 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk periode bulan Oktober hingga Desember tahun 2022.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Karang Raja Ahmadi, Camat Merbau Mataram Heri Purnomo, S.Km, UPT Dinas PUPR Kec Merbau Mataram, UPT Dinas Kesehatan, UPT Pajak, UPT Dinas Peternakan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Karang Raja, Pendamping PD dan PLD, Bidan Desa, Ketua BPD, tokoh masyarakat serta Aparatur Desa setempat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Karang Raja Ahmadi mengatakan, di tahun 2023 ia berharap agar di Desa Karang Raja ada pembangunan yang bersumber dari Dana Desa. Dikarenakan, di tahun 2022 Anggaran untuk pembangunan yang menggunakan Dana Desa digunakan untuk Program Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Semoga Pembangunan yang dulu sudah kita rencanakan pada Musrenbangdes sebelumnya tertunda dikarenakan adanya Covid-19, mudah mudahan bisa dilaksanakan pada tahun 2023,” ujarnya.

Ahmadi juga menjelaskan, dalam Musrenbangdes tahun 2023, Desa Karang Raja ada dua pembangunan yang menjadi prioritas utama. Seperti, pembangunan jembatan Dusun Catihan dengan Dusun Tanggerang dan pembuatan Tenda untuk setiap Dusun yang ada di Desa setempat.

“Jembatan penghubung antar Dusun Catian dan Tanggerang merupakan jalan poros bagi masyarakat Desa Karang Raja. Begitu juga dengan pembuatan tenda untuk setiap Dusun. Sehingga kita warga Dusun ada yang memerlukan itu bisa digunakan,” jelas Ahmadi.

Selain itu, sambung Ahmadi, kegiatan Musrenbangdes yang dilaksanakan pada hari ini juga dilaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Kepada 139 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara simbolis.

“Hari ini, kita juga membagikan BLT DD kepada 139 KPM untuk tiga bulan yaitu Oktober, November dan Desember 2022. Setiap bulannya Rp. 300.000, jadi setiap KPM menerima BLT DD sebesar Rp. 900.000,” urainya.

“Semoga BLT ini benar benar digunakan sesuai dengan kebutuhan yang bermanfaat,” imbuh Ahmadi.

Disisi lain, Camat Merbau Mataram, Heri Purnomo, S.Km membuka secara resmi Musrenbangdes Karang Raja Tahun 2023.

Menurut Heri Purnomo, saat ini Kabupaten Lampung Selatan masih terdampak pandemi Covid-19, sampai saat ini pun pemerintah belum menyatakan bahwa Covid-19 sudah hilang. Oleh karena itu, untuk tahun 2023 program BLT masih di anggarkan.

“Belum lama ini, di Kecamatan Natar dan Kalianda masih ada warga yang terdampak pandemi Covid-19. Makanya untuk tahun 2023 BLT Dana Desa itu masih ada, hanya dikhususkan untuk keluarga yang mengalami kemiskinan yang Extrim,” paparnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI, salah satu prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2022 adalah untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan jumlah minimal adalah 40% dari anggaran Dana Desa (DD).

“Desa Karang Raja ini mempunyai data penerima BLT sebanyak 139, kalau dikalikan selama 12 bulan, setiap bulannya sebesar Rp. 300.000 maka total untuk BLT DD tahun 2022 sekitar Rp. 500.400.000. Oleh sebab itu di tahun 2022 Desa Karang Raja tidak ada pembangunan,” ungkapnya.

Namun tahun 2023, berdasarkan Intruksi Presiden No 4 tahun 2022, untuk BLT Dana Desa di utamakan pada masyarakat yang terdampak kemiskinan Esktrim.

Dan berdasarkan Permendes No 8 tahun 2022 ada beberapa prioritas penggunaan Dana Desa, yang pertama untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Program Lintas Nasional sesuai dengan kewenangan Desa, untuk penanganan bencana alam, non alam sesuai dengan kewenangan Desa.

“Nah, bencana Non alam ini, salah satunya pandemi Covid-19 ternyata masih ada. Tetapi bedanya pada tahun 2022 Minimal 40% dari DD dan tahun 2023 Maksimal 25% untuk BLT DD. Salah satu indikator Kemiskinan Ekstrim seperti memiliki pendapatan dalam satu hari tidak bisa lebih dari Rp. 30 ribu,” jelas Heri.

“Karena dikatakan Maksimal 25 % penerima BLT DD, maka Desa Karang Raja di Tahun 2023 bisa melaksanakan pembangunan yang tadinya tertunda dikarenakan Pandemi COVID-19,” pungkasnya.

(Fir)

Pos terkait