Lampung Barat, BP
Sekretaris Desa (Sekdes) Pekon Padang Cahya, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) membantah, jika pembangunan jalan rabat beton sepanjang 352 meter, dengan lebar 2 meter, dan ketebalan 15 cm, yang berada di Pemangku Limau Kunci, bermasalah. Padahal, kondisi di lapangan, baru beberapa bulan selesai, pekerjaan telah rusak di beberapa ruas jalan, patah tengah beton dan retak-retak pada bahu jalan. Sementara, pekerjaan itu baru diserahterimakan dari pihak ketiga ke pemerintah pekon/desa, pada tanggal 6 Januari 2025.
Dari pantauan Bongkar Post di lokasi, pada Kamis (20/2/2025), sedikitnya terdapat 45 patah tengah pada bahu jalan beton dengan panjang 352 meter dan menelan anggara Dana Desa (DD) sebesar Rp215 juta lebih.
Sekretaris Pekon Padang Cahya, Indah menyebut, pembangunan jalan lingkungan yang berlokasi di Pemangku Limau Kunci itu baik-baik saja tanpa ada masalah. Meski saat ini kondisi jalan telah dipenuhi patahan tengah beton dan dikeluhkan masyarakat.
Menurut Indah, saat sebelum serah terima berlangsung, pihaknya bersama beberapa jajaran telah melakukan pengecekan fisik secara langsung ke lokasi. Dan hasil pada saat itu, menurut pihak pekon baik-baik saja, tanpa ada masalah.
Indah juga menyebut, bila terdapat kerusakan, nantinya ada perbaikan berupa tambalan adukan semen yang dilakukan pada bagian patahan atau retakan, serta lobang di bahu jalan.
Saat ditanya lebih rinci mengenai pembangunan jalan rabat beton di Pemangku Limau Kunci, Indah tidak dapat menjelaskan.
“Mengenai RAB dan mekanisme teknis ada di Seksi Pembangunan atau langsung ke Pak Peratin,” kata Indah.
Sayangnya, sampai berita ini diterbitkan, Peratin Padang Cahya, Muzarni tidak dapat dihubungi dan terkesan menghindar untuk memberi keterangan mengenai pembangunan yang ada di pekonnya.
Beberapa kali nomor WhatsApp Muzarni dihubungi, namun tidak dibalas, meski ponsel dalam keadaan aktif. (ozi)







