PCNU Gandeng PWI Gelar Pelatihan Jurnalistik di Intera

Bongkarpost.co.id (Pesawaran) – Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) gandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran menggelar Pelatihan Jurnalistik di Kampus Institut Teknologi dan Agribisnis Nusantara (iNtera) Lampung yang berlokasi di Desa Pejambon Kecamatan Negeri Katon, Rabu (05/10/22).

Dalam hal ini, Ketua PCNU Kabupaten Pesawaran, Salamus Solihin mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan untuk melatih dan meningkatkan skill para santri agar dapat menulis berita dengan baik, sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan pelatihan jurnalistik ini kita selenggarakan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan menulis sehingga diharapkan nantinya kader NU atau para santri yang mengikuti kegiatan ini dapat berkontribusi, minimal pada lingkungan sendiri,” ujarnya.

Dijelaskan, kemampuan menulis yang dimaksud diharapkan mampu mendorong imajinasi peserta dalam mengekspresikan apa yang dilihat sehingga memiliki standar penulisan yang mudah dimengerti oleh pembacanya atau orang lain.

“Karena hampir semua orang sekarang mengekspresikan diri dalam bentuk tulisan ataupun visual. Nah, ketika sudah dibekali ilmu, maka nantinya mereka dapat melakukannya dengan baik dan tertib saat menulis, baik di media sosial maupun media lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran, Ismail mengatakan, masyarakat sekarang lebih cerdas dan aktif pada media sosial (medsos). Karenanya, perlu diberikan arahan dan bimbingan agar ketika mereka menulis di media sosial atau lainnya tidak melanggar hukum.

“Maka dari itu, perlunya pelatihan ini agar ketika peserta mengekspresikan diri melalui tulisan dapat dengan mudah dimengerti oleh pembacanya. Kemudian, pelatihan penulisan ini juga untuk mengetahui batasan apa saja yang ada, sehingga tidak melanggar hukum ketika bermedsos,” kata dia.

Lebih lanjut, menurutnya, di era digitalisasi saat ini masyarakat dapat dengan leluasa menulis apapun di media sosial, sehingga hampir tidak ada lagi informasi yang dapat ditutupi.

“Sehingga ketika ada informasi yang diupload di medsos oleh masyarakat dan bukan produk jurnalistik, secara tidak langsung itu masuk dalam Citizen Journalism atau jurnalistik warga, yang dapat membantu menginformasikan melalui media sosial,” katanya.

Perlu diketahui, kegiatan pelatihan tersebut dihadiri sejumlah peserta yang terdiri dari santri/wati NU yang direkomendasikan oleh Ketua PCNU serta sejumlah Anggota PWI Pesawaran yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan jajaran Bidang pendidikan lainnya.

(Akbar)

Pos terkait