Pantau Tiga SMA Sekaligus, Kacabdin Wilayah II Pastikan TPA SPMB Berjalan Lancar
Bongkar Post, Bandar Lampung
Komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dalam memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan transparan dan berkualitas ditunjukkan melalui pemantauan langsung di lapangan.
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah II Disdikbud Provinsi Lampung, Rodi Hayani Samsun, turun langsung meninjau pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di tiga sekolah unggulan di provinsi Lampung, yakni di SMAN 1 Gedong Tataan, SMAN 1 Talang Padang, dan SMAN 1 Pringsewu, pada Senin (8/6/2026).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung sesuai prosedur, objektif, serta memberikan rasa nyaman bagi para peserta yang mengikuti tes.
Rodi mengatakan, kehadirannya di sejumlah sekolah bukan sekadar menjalankan tugas pengawasan, tetapi juga untuk memastikan pelaksanaan TPA berjalan lancar tanpa hambatan teknis maupun administrasi yang dapat merugikan peserta.
“Kami ingin memastikan seluruh proses Tes Potensi Akademik berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Karena itu kami turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan tidak ada kendala yang mengganggu jalannya pelaksanaan tes,” ujar Rodi, saat di hubungi di Bandar Lampung.
Menurutnya, pelaksanaan TPA merupakan salah satu tahapan penting dalam proses SPMB sehingga harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Kami ingin seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama. Karena itu integritas pelaksanaan tes menjadi hal yang sangat penting. Alhamdulillah, dari hasil pemantauan di beberapa sekolah, pelaksanaan berjalan lancar, peserta mengikuti tes dengan tertib, dan seluruh panitia bekerja sesuai tugasnya masing-masing,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah, panitia pelaksana, serta para pengawas yang telah bekerja maksimal dalam menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan TPA.
“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan pihak sekolah yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Kolaborasi yang baik antara sekolah dan penyelenggara menjadi kunci suksesnya pelaksanaan SPMB tahun ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rodi menegaskan bahwa pengawasan lapangan merupakan bagian dari upaya Disdikbud Provinsi Lampung untuk menjaga kualitas dan kredibilitas proses penerimaan murid baru.
“Kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan harus dijaga. Karena itu kami ingin memastikan setiap tahapan SPMB berlangsung secara jujur, transparan, dan memberikan hasil yang benar-benar sesuai kemampuan peserta,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) tahun ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi penerimaan peserta didik pada sekolah-sekolah unggulan Provinsi Lampung.
Menurut Thomas, antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah unggulan terus mengalami peningkatan signifikan.
Hal itu tercermin dari jumlah pendaftar SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 yang mencapai sekitar 34 ribu peserta, meningkat tajam dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang berada di kisaran 14 ribu pendaftar.
“Tingginya minat masyarakat ini menjadi indikator bahwa kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di sekolah-sekolah unggulan Provinsi Lampung terus meningkat. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan,” ujar Thomas.
Ia menegaskan, seluruh tahapan SPMB dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Karena itu, setiap proses seleksi dilakukan sesuai aturan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
Thomas juga memastikan bahwa seluruh rangkaian pelaksanaan SPMB, mulai dari pendaftaran hingga proses daftar ulang, tidak dipungut biaya apa pun.
Menurutnya, seluruh kebutuhan penyelenggaraan telah didukung melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Daerah (BOPD).
“Kami pastikan proses pendaftaran sampai daftar ulang tidak dipungut biaya. Masyarakat tidak perlu khawatir karena seluruh mekanisme telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Meski jumlah pendaftar mengalami lonjakan yang cukup tinggi, Thomas mengingatkan masyarakat untuk memahami bahwa daya tampung sekolah unggulan tetap terbatas dan telah ditetapkan berdasarkan kapasitas masing-masing satuan pendidikan.
“Semua kami verifikasi. Supaya adil dan transparan tentu harus mengikuti aturan dan juknis yang berlaku. Tidak mungkin semua pendaftar diterima karena kuota sekolah sudah ditetapkan,” tegasnya.
Oleh karena itu, Ia mengimbau para peserta didik yang belum berhasil lolos seleksi di sekolah unggulan agar tidak berkecil hati.
Sebab, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri masih terbuka melalui jalur penerimaan di SMA reguler yang akan dibuka pada 15 hingga 19 Juni 2026.
“Bagi peserta didik yang belum diterima di sekolah unggulan, tidak perlu khawatir. Masih ada kesempatan untuk mendaftar di SMA negeri reguler yang proses pendaftarannya akan dibuka pada 15 sampai 19 Juni. Kami berharap para peserta tetap semangat karena seluruh sekolah negeri di Lampung terus kami dorong untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Thomas.
Menurutnya, setiap sekolah memiliki potensi dan keunggulan masing-masing dalam mendukung perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
Karena itu, masyarakat tidak perlu terpaku pada sekolah tertentu semata, melainkan dapat memilih satuan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan domisili peserta didik.
“Yang terpenting adalah anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan yang baik. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sistem seleksi yang diterapkan telah berbasis data dan berjalan secara otomatis sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan sistem tersebut, seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama tanpa adanya perlakuan khusus maupun intervensi dari pihak mana pun.
“Kepercayaan masyarakat yang begitu besar ini harus kami jaga. Karena itu, seluruh proses SPMB dilaksanakan secara transparan, objektif, akuntabel, dan berkeadilan sehingga masyarakat mendapatkan layanan pendidikan terbaik serta hasil seleksi yang benar-benar sesuai kemampuan masing-masing peserta,” pungkas Thomas. (Jim/*)







