PAN Lampung Dukung Riset Akademik Mahasiswa
Bongkar Post, Bandarlampung — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan tradisi akademik dan riset ilmiah di kalangan mahasiswa.

Hal tersebut diwujudkan melalui penerimaan wawancara penelitian skripsi oleh Mahasiswi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila), yang berlangsung di Rumah PAN, Senin (12/1/2026).
Mahasiswi tersebut melakukan penelitian terkait dinamika partai politik dan perannya dalam sistem pemerintahan daerah. Wawancara diterima langsung oleh Pengurus DPW PAN Lampung Abu Nikman, yang menyampaikan keterbukaan PAN terhadap dunia akademik sebagai bagian dari pendidikan politik yang berkelanjutan.
“PAN Lampung selalu terbuka bagi mahasiswa dan peneliti yang ingin menggali informasi secara akademis dan objektif. Ini bagian dari tanggung jawab moral partai politik untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan demokrasi,” ujar Abu Nikman.
Ia menambahkan, sinergi antara partai politik dan kalangan kampus penting untuk menciptakan generasi muda yang kritis, berintegritas, serta memahami praktik politik secara utuh dan berimbang.
Sementara itu, Mahasiswi Ilmu Pemerintahan FISIP Unila yang juga bertindak sebagai peneliti skripsi menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan sambutan DPW PAN Lampung dalam mendukung proses penelitiannya.
“Kesediaan DPW PAN Lampung menerima dan memberikan penjelasan secara terbuka sangat membantu penelitian saya. Ini menunjukkan peran strategis partai politik sebagai objek kajian ilmiah sekaligus mitra dunia akademik,” ungkapnya.
Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan studi ilmu pemerintahan serta menjadi referensi bagi peningkatan kualitas demokrasi dan tata kelola partai politik di daerah.
Kegiatan wawancara ini menjadi bukti nyata keterlibatan aktif DPW PAN Lampung dalam mendukung riset akademik dan penguatan literasi politik di kalangan mahasiswa, sekaligus mempererat hubungan antara partai politik dan institusi pendidikan tinggi. (*).







