Mati di Pusat Pelatihan, Kepala Balai TNWK Bantah Anak Gajah Kelaparan

Lampung Timur, BP

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kuswandono membantah jika dikatakan anak gajah yang mati di Pusat Latih Gajah (PLG) lantaran karena kelaparan.

Bacaan Lainnya

“Bukan kelaparan, karena kami seperti memelihara dan merawatnya, pagi dikasih makan, sore kami latih, dan yang mati kemarin itu memang di pelatihan gajah, tapi penyebab kematiannya masih menunggu hasil nekropsi, biasanya gajah usia muda mati karena virus,” beber Kuswandono, dikonfirmasi via Whatsapp, Senin (31/10/2022).

Ia menjelaskan bahwa Tim Medis BTNWK-KLHK dipimpin drh. Esti masih melakukan nekropsi hingga semalam untuk mencari penyebab kematian anak gajah tersebut.

“Kami menunggu hasil dari uji laboratorium untuk mendapatkan kepastiannya,” ujarnya.

Dikatakan, beberapa kejadian kematian anak gajah (usia muda) yang terpantau (gajah jinak) di beberapa lokasi PLG (pelatihan gajah) dalah akibat serangan virus EEHV.

“Jika kena virus EEHV bisa menyebabkan kematian mendadak tanpa sakit dahulu,” ungkapnya.

Namun, sambung dia, kematian anak gajah kemarin belum dipastikan karena virus tersebut hingga hasil nekropsi final diperoleh.

“Yang mati kmaren itu di PLG bukan di TNWK, di PLG ini kita latih untuk menggiring gajah – gajah yang di TNWK agar tidak merusak,” jelasnya.

Diketahui, pada Minggu (30/10/2022), seekor anak gajah jantan ditemukan mati di rawa Pusat Latih Gajah (PLG).

Evakuasi bangkai anak gajah itu butuh waktu sekitar 40 menit ditarik ke darat. Caranya, seutas tambang dililit ke leher anak gajah yang mati itu lalu ditarik dengan mobil dan dibantu dorong dengan gajah dewasa.

Dibawa ke rumah sakit khusus gajah, bangkai gajah itu pun akan diotopsi untuk diketahui penyebab kematiannya.

Sayangnya, baik di rumah sakit maupun di lokasi PLG tidak ada satupun yang mau memberikan informasi penyebab kematian anak gajah jantan itu. (tk/dbs)

Pos terkait