Mangkraknya Pembangunan Jembatan di Kampung Kuala Teladas Masyarakat Merugi

Bongkarpost.co.id (Tulang Bawang) – Mangkraknya pembangunan jembatan di Kampung Kuala Teladas, Kecamatan Dente Teladas berdampak terhadap perekonomian kampung setempat.

Pembangunan Dua Jembatan di Kampung Kuala Teladas yang dikerjakan pihak rekanan CV. Ardana Putra Meshach tak kunjung rampung masyarakat resah dan merugi, Senin (23/01/2023).

Bacaan Lainnya

Pasalnya jalan tersebut merupakan akses jalan satu-satunya masyarakat Kampung Kuala Teladas untuk membawa hasil laut seperti Ikan, udang, rajungan, kerang keluar Provinsi Lampung, dengan mangkraknya pembangunan jembatan tersebut Masyarakat setempat terdampak dalam pengiriman hasil lautnya.

Dikatakan Bambang salah seorang Warga setempat sangat menyayangkan mangkraknya pembangunan jembatan di Kampungnya bahkan putus Kontrak hal ini tentu berdampak terhadap pengusahaan dan masyarakat Kampung Kuala Teladas, yang dirugi, dimana mobil angkut barang bisa langsung ke Kampung Kuala Teladas namun dengan mangkraknya pembangunan Jembatan Pengusaha dan masyarakat harus merogoh kocek dua kali bongkar muat.

“Dampak dari mangkraknya pembangunan jembatan tersebut cukup dirasakan, pasalnya mobil tidak lagi sampai di lokasi Kampung Kuala Teladas harus diangkut menggunakan kelotok tranportasi laut baik barang dari luar Kampung mau pun pengiriman hasil laut keluar Kampung,” terang Bambang.

Lebih lanjut Bambang berharap agar pihak terkait khususnya Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang melalui Dinas PUPR agar segera mengambil langkah dan solusi supaya proyek tersebut segera rampung pengerjaan pembangunan jembatan tersebut.

“Bila tidak dicarikan solusi maka dikwatirkan akan memperburuk kondisi perekonomian masyarakat Kampung Kuala Teladas,” beber Bambang.

Sementara itu berdasarkan pantauan Harian Bongkar post di lokasi Kampung Kuala Teladas proyek pembangunan jembatan tidak ada kegiatan dari pihak rekanan CV. Ardana Putra Meshach bahkan dari informasi pihak rekanan putus kontrak.

Dari papan plang yang terpasang besar anggaran sebesar Rp 1,7 M dengan masa kerja selama 85 hari saja. Sedangkan pelaksanaan pekerjaan tersebut dimulai pada bulan 10 tahun 2022 dan harus selesai pada tanggal (26/12/2022).

(Ris)

Pos terkait